Sunday, February 23, 2014

Journal Latihan Jurus Pencak Silat.

Inilah journal latihan penulis yang berkaitan dengan Bela Diri Pencak Silat.
Sebenarnya latihan bercampur dengan Asana Yoga dan jenis peregangan senam Aerobik serta pemanasan tubuh (warming up). 
Tulisan ini tertunda cukup lama, baru sekarang bisa dilanjutkan (23 februari 2014),
Berbagai hambatan muncul saat berlatih, tapi bila sudah ada journal kita tak akan bingung mengulangi setiap materi latihan. 
Ah apa sih materi latihan yang dilakukan  penulis?
Itu cuma hafalan jurus saja, tak ada tambahan materi atau pengetahuan lagi setelah bertahun-tahun hidup di perantauan Yogya. Mungkin karena salah satu kesalahan dari penulis adalah kurang gaul, banyak orang menuduh demikian  kepada penulis. Sebaliknya latihan inilah pelarian dari berbagai cercaan orang lain supaya tidak stress, ya penulis mengakui journal latihan diadakan supaya kita yang memiliki watak introvert menjadi memiliki sebuah dunia tersendiri, cukup asyik dan tidak merusak sifat asli kita.
Tanggal 14 februari Yogya hujan abu letusan gunung Kelud, dunia gelap gulita dan kualitas udara memburuk. Semua kegiatan diluar ruangan dibatalkan, biarpun begitu penulis sempat berjualan koran di perempatan Druwo Ringroad selatan. Sayang benar-benar tak mampu, benar-benar tak betah melihat keadaan sekelilingnya yang berdebu tebal mengganggu pandangan. Pula jalan sepi, kota Yogyakarta lumpuh...
Dan itu tetap berlanjut sampai hari minggu, penulis batalkan journal latihan karena udara yang berdebu, sungguh itu bukan hari yang ideal. Semua orang berharap hujan turun untuk membersihkan debu yang menempel di  atap rumah-rumah warga.
Tapi biarpun begitu latihan dalam rumah konttrakan tetap mampu dilakukan. Karenanya penulis membagi dua jenis latihan berdasarkan tempat atau lokasi.
Hari minggu,
Ini adalah hari berlatih diluar ruangan dengan materi bela diri yang cukup lengkap.
-Latihan memukul kanan kiri duapuluh kali dalam posisi kuda-kuda bangku, 3x
-Latihan jurus Tendet
-Latihan jurus Loro Tendet
-Latihan berbagai peregangan,
Push up 50kali 2x
Scot jump 60kali 2x
Sit up 25kali 2x
-Asana terdiri dari,
Salabasana
Ular cobra
Danurasana
Unta
melayang
vajrasana
sirsasana
halasana
dll.
-Beberapa peregangan yang merupakan kreatifitas penulis sendiri.
-Jogging terdiri tiga rute,
Eks kampus STIEKERS mencapai Malioboro via Taman Parkiran Abu Bakar Ali.
Eks kampus STIEKERS ke selatan menuju kampus ISI
Eks kampus STIEKERS melingkari Ringroad Selatan menuju Kota Gede di situs Watu Gateng.
Eks Kampus STIEKERS menuju Alun-alun Kidul memutarinya sepuluh kali.
Hari Senin.
Kosong
Hari Selasa.
Dilakukan setelah berjualan koran (Asongan) sekitar pukul sepuluh pagi,
Sebelum istirahat disempatkan melatih dalam ruangan kontrakan yang sempit.
-Latihan pukulan kanan kiri duapuluh kali 3x
-Jurus Loro Jeblak
-Jurus Pat Potong
-Peregangan kaki ke depan, belakang, dan ke samping 4x
-Asana
Sirsasana
Halasana
Unta
Vajrasana
Melayang
dll.
Hari Rabu.
-Latihan pukulan kanan kiri duapuluh kali 3x
-Jurus Potong
-Jurus Giles
-Selanjutnya peregangan dan Asana sama dengan hari Selasa.
Hari Kamis.
Kosong
Hari Jumat.
-Latihan pukulan kanan kiri duapuluh kali 3x
-Jurus Teguh
-Selanjutnya peregangan dan Asana sama dengan hari Selasa
Hari Sabtu.
Kosong.

Latihan minggu ke dua untuk jurus wajib yang belum dilakukan minggu pertama.
Hari Selasa.
-Latihan pukulan kanan kiri duapuluh kali 3x
-Jurus Liwat
-Jurus Colok
-Latihan peregangan dan Asana sama dengan hari Selasa.
Hari Rabu.
-Latihan pukulan kanan kiri duapuluh kali 3x
-Jurus Jujur
-Jurus Giles
-Latihan peregangan dan Asana sama dengan hari Selasa.

Demikian lah journal latihan yang penulis  adakan secara rutin dalam seminggu. Dalam menapakinya tidak selalu lancar terselenggara. Ada saja penghalangnya, bisa berupa pekerjaan, kelelahan, atau peristiwa seperti adanya bencana alam hujan debu, hujan lebat dll. Setiap hari selalu ada penghalang, itulah tantangan yang harus dilalui oleh praktisi Bela diri.
Justru dengan adanya  hambatan kita jadi luwes menghadapi kehidupan dengan arif bijaksana, tentu kita tak akan ngotot bila tiba-tiba datang tamu dalam kamar terus kita berlatih, atau baru datang dari mengasong  ada seorang pemesan jasa stempel minta agar cepat dikerjakan. Semuanya adalah dinamika seorang menapaki  kehidupan di dunia.
Yang paling sering menjadi hambatan dalam berlaatih hingga berhari-hari tidak terselenggara adalah penyakit, Seperti flu, demam panas terkena wabah misalnya  cacar air dll.
Itu semua bisa membuat kita seperti libur dalam waktu lama, biasanya bisa seminggu dua minggu.
Kelemahan penulis misalnya, sekali terkena flu akan berlanjut batuk sampai lebih dua bulan. Nah itu menjadi hambatan sampai beberapa minggu journal apapun kalah oleh penyakit.
Tak ada jalan lain bila penyakit datang, istirahat dan berobat, jalani sebuah teraphy pengobatan ala medis atau kebiasaan yang di dapat selama bertahun-tahun menghadapi penyakit langganan tersebut.
Yoga dan Jurus bukan untuk teraphy pengobatan,
Penulis tak mendapati kedua masalah tersebut sebagai penyembuh penyakit.
Bila tubuh sudah sehat boleh lagi berlatih, ingat jangan kebalik........
Wasalam.

Lanjutan Jurus Pencak Silat.

Sekarang kita mulai masuk Jurus.
Hari minggu berlatih di teras ruko Perwita Regency sepeti biasa pasti menyesuaikan dengan journal yang biasa dilakukan penulis. Journal ini telah berkembang sedemikian rupa dengan penyesuaian pekerjaan. Journal ini nantinya dibeberkan tersendiri sebagai koleksi penulis. Tentu ini adalah journal latihan perubahan dari perubahan latihan yang lalu. tentu tak sama saat dengan penulis masih di hutan. Penulis anggap saat di areal hutan Kalimantan itu adalah journal yang  paling kerasnya berlatih. Berbagai cara dicoba, kemudian penempaan fisik yang luar biasa keras. Waktu berlatih yang panjang dan teknik-teknik yang coba dilatih seperti penemuan bagi penulis. Ibaratnya tubuh penulis yang paling kuatnya adalah saat berlatih di Bumi Kalimantan. Sungguh kenangan yang tak terlupakan.
Catatan ini juga oleh-oleh dari Saat penulis berada di Kalimantan tahun 1995 sampai tahun 2001. Jadi sudah cukup tua, bolehlah ini disebut sebuah pusaka. Biarpun penulis mengakui tulisan tersebut masih mentah dan kata-katanya mungkin janggal.
Ah tidak apa-apa, penulis coba mengembangkan kemahiran hingga sekarang masuk sebuah dunia tulis menulis FIKSI.
Penulis melihat buku tua kenangan tersebut, terkadang malu sendiri, sedikit demi sedikit menulis, berbagai topik begitu mentah pembahasannya. Tak mungkin bisa menjadi sumber literasi yang baik, semuanya hanya menjadi kenangan dan bila  coba menyalinnya dalam sebuah blog ini.
He He He pokoknya kalah jauh dengan anak sekolah sekarang,

Mulai masuk JURUS,
Pembukaan Jurus:
Posisi awal, sama dengan gerakan jurus dasar ke satu.
-Dalam posisi kuda-kuda kanan depan, dua tangan dikepal julurkan ke depan dengan kepalan tangan kanan lebih ke depan dari tangan kiri.
-Gerakan lengan kanan di depan ke samping kanan tubuh. Gunakan tangan kanan yang sudah di samping kanan tubuh untuk menangkis ke kiri sambil badan digerakan mengimbangi tangkisan lengan kanan. setelah menangkis, kaki kanan yang telah digeser ke samping sepakkan ke depan.
-Berdiri dengan kuda-kuda kanan depan seperti gerakan jurus dasar ke satu dan siap melakukan jurus inti.

Jurus yang dilatih penulis terdiri sepuluh jurus wajib. Merupakan ajaran dari sebuah perguruan KBPS ASMA di Purwokerto. Latihan telah berubah-ubah mengikuti selera penulis. Apa lagi di Yogyakarta ini, penulis lebih merasakan santai dari pada saat berlatih di hutan Kalimantan. Lagi-lagi Kalimantan, ya itu kebanggan penulis, biarpun tak ada dunia Persilatan tetapi berlatih di hutan adalah kenangan yang menakjubkan. Karena tak ada yang pernah menandingi baik itu secara pribadi maupun kelompok. Semua orang di sana cuma heran dan bingung dengan dunia yang penulis jalani. Sesuatu yang tidak lazim tetapi tetap masuk logika nalar.
Bila di pikir kenapa penulis memasukan jurus sebagai bagian hidup penulis?
Ah tidak apa-apa, ini kenangan yang tak terlupakan. Bukankah semua orang punya memori manis dalam hidupnya dan kemudian sering mencoba mengabadikan dalam sebuah tulisan, gambar atau benda kesayangan.
Anggaplah ini sebagai benda tak berbentuk materi, sebuah tulisan yang menjadi abadi. Soal akan dihargai atau tidak mungkin seseorang akan mencoba masuk sebuah situs yang sama dengan milik penulis.
Hari minggu merupakan puncak latihan penulis dalam Asana, Jurus, berbagai jenis tempaan fisik dan Jogging.
Tanggal 19 januari 2014, di sebuah teras ruko Perwita Regency, pagi-pagi sehabis sholat subuh. Penulis keluar langsung menuju tempat favorit berlatih.
Biasanya penulis berlatih dua jurus,
Untuk hari minggu adalah jurus dua (Tendet) dan jurus empat (Loro Tendet), kemudian berbagai asana dan tempaan fisik serta diakhiri dengan jogging. Kali ini jogging mencapai rute Kota Gede di situs batu Geteng dan batu Gilang, konon inilah Keraton Panembahan  Senopati pendiri Kerajaan Matarram Islam. Sempat juga mencapai masjid Kota Gede dan  Sendang Selirang, kemudian menysuri lorong-lorong perkampungan kuno di Jagalan.
Kita langsung masuk Jurus sebagai inti tulisan.
1. Jurus Teguh.
-Lakukan pembukaan jurus.
-Pukul dengan tangan kanan, tarik kembali keposisi semula.
-Tangkislah dengan  tangan kanan, sambil menangkis pukulkan tangan kiri ke depan (Hampir serempak).
 -Sepak kaki kiri ke depan. lakukan gerakan diatas dengan bagian tubuh kiri. Pertahankan posisi tangan memukul dan menangkis.
-Pusatkan perhatian di tangan kanan, pelintir pergelangan lengan kanan seolah-olah mencoba melepaskan pegangan lawan yang terkunci.
-Beset dengan tangan kiri lakukan hingga kuda-kuda berubah menjadi kuda-kuda bangku.
-Sikut dengan lengan kanan. Caranya majukan kaki kanan ke depan sembari menyerang dengan sikut kanan. Dalam keadaan menyikut pukulkan tangan kanan ke atas.
-Balikkan tubuh ke belakang hingga kuda-kuda berubah dari kanan menjadi kuda-kuda kiri depan dan tangkis lengan kanan kiri menyilang lengan kanan. Lepaskan pukulan kanan kiri.
-Sepakkan kaki kanan ke samping kanan dan kembali ke posisi siap melakukan jurus.
-Lakukan empat kali dengan posisi empat arah.
2. Jurus Tendet.
-Lakukan pembukaan jurus.
-Pukul dengan tangan ganda (tangan kanan dan kiri memukul bersama dalam keadaan rapat).
-Tarik kembali dan tangkis ganda ke bawah, setelah menangkis bawa kedua tangan ke atas dan tangkis ganda ke atas.
-Lepaskan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kiri ke depan. lakukan hal yang sama dengan di atas dengan tubuh bagian kiri.
-Sepak kaki kanan ke depan. lakukan hal yang sama dengan diatas dengan tubuh bagian kanan.
-Tahan tangan kanan saat pukul kanan kiri. Pelintir pergelangan tangan kanan. Lakukan sikut tanpa merubah kuda-kuda kanan di depan. Selesaikan dengan pukulan ke atas.
-Gerakan tangan kiri ke atas seolah-olah menangkis dan barengi dengan tangan kanan menangkis ke bawah.
-Lemparkan tubuh ke belakang dan langsungg berdiri dengan kaki kiri diangkat (pasangan kaki tunggal).
-Lengan kiri tangkis kebawah dan melangkah ke depan dengan kaki kanan serta langsung pasangan pembukaan jurus.
-Ganti  langkah kanan dengan kaki kiri. Majukan kaki kiri sejajar ddengan kaki kanan. Lengan  kiri menyilang dan menangkis. kaki kanan mundur ke belakang. Lakukan pukulan kanan kiri.
-Lakukan pasangan kuda-kuda rendah pancingan. Pertama ke belakang dilanjutkan ke depan.
-Saat kuda-kuda rendah pancingan menghadap ke depan, putar tubuh ke belakang. Tarik kaki kiri ke belakang dan lepaskan tendangan dengan kaki kanan. Lepaskan pukulan kanan kiri.
-Pasang pembukaan jurus lagi. lakukan pergantian langkah sama seperti gerakan di atas sekali lagi.
-Dalam posisi kuda-kuda kiri depan. lakukan sepak putar. Sepak kaki kanan ke depan, langsung tarik ke belakang memutar tubuh. dalam keadaan masih berputar lepaskan tendangan kaki kiri ke depan. lepaskan pukulan kanan kiri.
-Sepakkan kaki kanan ke depan. Pasang pembukaan jurus.
-Lakukan teknik kelit.
Angkat lengan kiri menangkis ke atas gerakan tangan kanan ke bawah. putar tangan kanan 180* sampai lengan kanan berada di atas. Luncurkan tangan kanan ke bawah menangkis (seolah-olah melepaskan diri dari tangkapan lawan terhadap kaki). Loncat dan lakukan pergantian langkah kaki kanan ke belakang dan kaki kiri ke depan. saat jatuh ke lantai buat pasangan kuda-kuda rendah pancingan.
-Dalam keadaan  kuda-kuda rendah sepak dengan kaki kanan ke depan dan  lepaskan pukulan tangan kanan saat masih menendang.
-Kembali ke pasangan pembukaan jurus, jika ingin meneruskan dalam posisi empat arah, lakukan teknik membalikan badan sama dengan gerakan jurus satu.
3. Jurus Loro Jeblak.
-Lakukan pembukaan jurus.
-Kuda-kuda kanan depan. Lakukan gerakan jurus dasar ke empat sampai selesai. Susul dengan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kiri ke depan. lakukan gerakan jurus dasar ke empat dengan tubuh bagian kiri. Susul dengan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kanan ke samping kanan dan segera pasang pembukaan jurus.
-Gerakan tangan kiri menyabet pasangan jurus lawan, susul dengan sabetan tangan kanan.
- Pasang kuda-kuda rendah pancingan. Pertama kanan depan setelah itu kiri depan. Iringi dengan gerakan tangan menyesuaikan diri.
-Pada saat kuda-kuda rendah pancingan di kiri depan. Sepakkan kaki kanan ke depan dan lakukan pasangan pembukaan jurus.
-Gerakan tangan kiri menyilang dengan kanan seolah-olah menangkis ke atas. Ayunkan tangan kiri menangkis bawah sambil menggeser kaki kiri ke belakang tubuh. Saat tubuh berbalik gerakan tangan kanan menyambar kaki lawan dan tetap menahan posisi kaki lawan.
-Tolak/ Lemparkan kaki lawan sambil menendang kaki kanan ke samping kanan.
-Saat kaki lawan masih di atas menyepak. Gerakan kaki kanan tersebut menyilang kaki kiri dan lakukan duduk sempok (duduk seperti sikap miring vakrasana).
-Setelah beberapa saat duduk sempok gerakan tangan kiri menangkis sambil mengangkat ke dua kaki dan loncat sepak kiri ke samping kiri. Lakukan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kanan ke samping kanan. Pasang pembukaan jurus.
-Lakukan teknik membalikkan tubuh sama dengan jurus ke satu.
4. Jurus Loro Tendet.
-Lakukan Pembukaan jurus.
-Lepaskan pukulan kanan, susul dengan tangkisan  ke kanan tubuh. Gerakan tangan kiri menangkis ke dalam menyusul tangkisan kanan tadi. Letakkan ke dua tangan di sisi kanan tubuh.
-Silangkan lengan kiri dan gerakan menangkis ke sisi tubuh sambil melangkah kaki kiri ke depan. Saat kaki kiri sudadh melangkah sempurna susul dengan kanan menangkis ke dalam. Letakkan ke dua tangan di sisi kiri badan.
-Silang ke dua tangan dan angkat ke atas menangkis pukulan dobel lawan.
-Sepak kaki kanan ke depan. Gerakan ke dua tangan yang masih dalam posisi menangkis tadi menyabet ke depan mengiringi tendangan kanan.
-Pasang pembukaan jurus. Lakukan teknik kelit sama dengan jurus ke dua. Saat meloncat, lepaskan tendangan kiri ke depan. Lepaskan pukulan kanan kiri.
-Jatuhkan tubuh dan gerakan kaki kanan ke depan menyilang kaki kiri menyapu kedudukan kaki lawan. Iringi dengan gerakan tangan hingga tubuh seimbang. Lepaskan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kanan ke depan. Pasang pembukaan jurus. Gerakan lengan kiri menyilang tangan kanan menangkis ke sisi kiri tubuh. Ayunkan lengan kiri yang masih di atas tersebut ke bawah (Menyelundup, mengincar kaki belakang lawan) dan balikan tubuh dengan mengangkat kaki kiri ke belakang hingga kedudukan kuda-kuda menjadi kiri di depan. Gerakan tangan kanan menyusul seolah-olah sudah menangkap kaki lawan, langsung susulkan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kanan ke depan. Pasang pembukaan jurus.
-Gerakan selanjutnya sama dengan jurus ke satu.
5. Jurus Pat Potong.
-Lakukan pembukaan jurus.
-Lakukan gerakan jurus dasar ke lima, susul dengan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kiri ke depan lakukan kembali gerakan jurus dasar ke lima dengan tubuh bagian kiri. Susul dengan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kanan ke samping kanan tubuh. lakukan pasangan pembukaan jurus.
-Gerakan ke dua tangan ke depan seolah-olah memegang pundak lawan. Majukan kaki kiri sejajar dengan kaki kanan.
-Saat ke dua kaki sudah sejajar lakukan bantingan dengan menggerakan kaki kanan seolah-olah menggaet kaki lawan hingga mundur menjadi di belakang.
-Dengan posisi kuda-kuda kiri depan, lakukan sekali lagi teknik bantingan tersebut di atas dengan tubuh bagian kiri.
-Posisi ke dua tangan harap diperhatikan. Ikuti bantingan kaki dengan gerakan tangan seolah-olah menolak tubuh lawan.
-Setelah melakukan bantingan dengan tubuh bagian kiri, jadilah kuda-kuda kanan depan. Segera lakukan pasangan kuda-kuda rendah pancingan menghadap depan dan disusul menghadap ke belakang.
-Lakukan tendangan berputar seperti pada jurus ke dua.
-Sepak kaki kanan ke samping kanan tubuh. Lakukan pasangan pembukaan jurus.
-Gerakan selanjutnya sama dengan jurus ke satu.
6. Jurus Potong.
-Lakukan pembukaan jurus.
-Lepaskan pukulan kanan ke depan.
-Kaki kiri maju ke depan segera lepaskan pukulan kiri ke depan.
-Kaki kanan maju lakukan gerakan menyikut dengan tubuh dan tangan kanan, segera pukul dengan tangan kanan ke atas.
-Saat tangan kanan di atas (seolah-olah tertangkap lawan) lakukan bantingan dengan kaki kanan ke belakang menggaet kaki lawan. Ikutilah gerakan bantingan dengan gerakan tangan menolak tubuh lawan.
-Sepak kaki kanan menyerang ke samping kanan, jatuhkan kaki kanan ke lantai. Saat kaki kanan sudah berada di lantai angkat kaki kiri ke atas. Lakukan pasangan dengan kaki tunggal.
-Ayunkan tangan kiri ke bawah seolah-olah menangkis, letakkan kaki kiri ke lantai dan susul dengan gerakan kanan maju ke depan melakukan pasangan pembukaan jurus.
-Lakukan pergantian langkah sama seperti gerakan di jurus ke dua susul dengan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kanan ke depan. letakkan langsung kaki kanan di lantai. dalam posisi kaki kanan sudah di lantai langsung putar tubuh terpelintir hingga untuk memancing serangan lawan.
-Sepakkan kaki kiri ke depan dengan mengubah kaki kanan bergerak ke belakang mengecoh lawan. Lakukan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kanan ke samping kanan. Lakukan pasangan pembukaan jurus.
-Gerakan selanjutnya sama dengan gerakan jurus ke satu.
7. Jurus Giles.
-Lakukan pembukaan jurus.
-Lakukan gerakan sama dengan jurus dasar ke tujuh.
-Badan mengikuti gerakan tangan ke belakang hingga berputar menghadap ke depan lagi. Akhiri dengan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kiri ke depan. Lakukan gerakan jurus dasar ke tujuh dengan tubuh bagian kiri.
-Majukan kaki kanan ke depan hingga sejajar dengan kaki kiri dan berdiri biasa.
-Lakukan bantingan dengan kaki kanan menggaet kaki lawan ke samping kanan hingga badan menghadap ke samping kiri.
-Sepak kaki kanan ke depan. Jatuhkan sebentar ke lantai dan langsung angkat hingga kuda-kuda pasangan kaki tunggal.
-Gerakan kaki kanan yang diangkat dan kedua tangan melakukan bantingan terhadap lawan hingga posisi berubah dari menghadap ke depan menjadi ke belakang.
-Sepak kaki kanan ke samping tubuh kanan. Lakukan pasangan pembukaan jurus.
-Lakukan teknik kelit seperti pada jurus ke dua, dan langsung lepaskan tendangan kaki kiri ke depan.
-Lepaskan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kanan ke depan. lakukan pasangan pembukaan jurus.
-Gerakan selanjutnya sama dengan gerakan jurus ke satu.
8. Jurus Liwat.
-Lakukan pembukaan jurus.
-Lepaskan pukulan kanan kiri.
-Lakukan gerakan sama dengan gerakan jurus dasar ke delapan.
-Lakukan bantingan dengan kaki kanan menggaet kaki lawan. Badan langsung menghadap ke samping kiri.
-Pasang kuda-kuda rendah pancingan pertama ke belakang dan kedua ke depan.
-Lakukan gerakan sama dengan gerakan jurus dasar ke sembilan.
-Lakukan tendangan putar kanan kiri dengan kaki kiri lebih dahulu. Lepaskan pukulan kanan kiri.
-Lakukan pasangan pembukaan jurus.
-Lakukan teknik kelit dan langsung tendang kaki kiri ke depan. Lepaskan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kanan ke samping kanan tubuh. Langsung pasang pembukaan jurus.
-Gerakan selanjutnya sama dengan gerakan jurus ke satu.
9. Jurus Colok.
-Lakukan pembukaan jurus. Posisi tangan dengan jari mencolok.
-Lepaskan pukulan dengan jari mencolok ke muka lawan. Pakailah jari telunjuk dan tengah dengan tangan kanan.
-Gerakan tangan kiri menyilang lengan kanan, memancing mengincar mata lawan, menangkis ke samping kiri. Lepaskan sekali lagi pukulan jari mencolok mata lawan dengan tangan kanan.
-Gerakan tangan kiri menyilang lengan kanan tetap mencolok mata lawan dan kaki kiri maju mengiringi gerakan tangan kiri.
-Gerakan kaki kanan maju ke depan dan sikutlah dengan tangan kanan. Pukullah dengan jari tetap mencolok mata lawan.
-Usahakan seluruh gerakan dengan posisi menyerong ke kanan.
-Ayunkan tangan kanan ke bawah dan tangan kiri ke atas.
-Loncat ke belakang dan langsung kuda-kuda bangku (rendah) sambil melepaskan pukulan dengan kedua tangan mencolok mata lawan.
-Geser kaki kanan ke depan diiringi dengan gerakan tangan mengincar mata lawan. Usahakan posisi menyerong ke kanan.
-Lakukan gerakan mengincar mata lawan ini 3x sambil bergeser maju selangkah-langkah. Posisi kuda-kuda kanan tetap di depan.
-Lakukan teknik kelit, tendang dengan kaki kiri ke depan.
-Sepak kaki kanan ke depan dan barengi dengan pukulan jari kanan mencolok mata lawan.
-Lakukan pasangan pembukaan jurus.
-Gerakan selanjutnya sama dengan gerakan jurus ke satu.
10. Jurus Jujur.
-Lakukan pembukaan jurus.
-Dalam posisi berdiri gerakan kaki kanan menggaet kaki lawan dan banting menghadap ke depan. Iringi dengan gerakan tangan mengikuti  bantingan. Teknik ini merupakan serangan posisi kuda-kuda lawan yang melakukan teknik kelit.
-Gerakan kedua tangan ke atas menangkis silang.
-Sepak kaki kanan ke depan, barengi dengan sabetan tangan ke depan. Pasang pembukaan jurus.
-Lakukan teknik kelit seperti pada jurus ke dua. Langsung sepak dengan kaki kiri ke depan.
-Sepak kaki kanan serong ke kanan.
-Sepakkan kaki kiri serong ke kiri, majukan kaki kanan ke depan dan langsung angkat pasangan kaki tunggal.
-Ayunkan tangan kanan ke bawah menangkis, sepak kaki kanan yang terangkat menyerong ke kanan.
-Sepak lagi dengan kaki kiri serong ke kiri.
-Terakhir sepak kaki kanan ke depan dan langsung pasang pembukaan jurus.
-Gerakan selanjutnya sama dengan gerakan jurus ke satu.

Sedikit catatan di tahun 2002 saat masih di Purwokerto,
-Latihan sabetan tangan.
Mirip dengan teknik karate, yang menjadi sasaran adalah batang pohon di sekitar rumah penulis. Latihan ini juga rutin saat masih aktif di sebuah perusahaan eks Tanjung Raya di Kuala Kurun.
-Latihan pukulan dengan sansak, ini pernah dilakukan penulis saat  di hutan Kalimantan. Tidak penuh setahun hanya beberapa bulan. Sansak terbuat dari ban karet dalam mobil.
-Latihan kembangan seperti Shantung, Cimande, Cikalong sudah tak hafal lagi. Penulis dominan hanya berlatih sepuluh jurus wajib disela-sela pekerjaan.
-Kegiatan mingguan berupa jogging dengan berbagai rute:
Beji- Baturraden (lewat Kebumen)
Beji-Kebumen-Purwosari.
Semuanya menjadi sebuah kenangan karena tercatat di sebuah buku.
Tanggal 26 januari 2014 selesai ditulis dalam blog dengan catatan journal latihan tidak terselenggara karena badan kelelahan.
Sebagai gantinya hanya sesi jogging dilakukan dengan rute Eks STIEKERS mencapai Malioboro via taman parkiran Abu Bakar Ali.
Saat berada di nol kilometer sedang ada acara senam aerobik dan dimulainya sistem pedestrian jalan Malioboro.


Jurus Pencak Silat.

Hari minggu, seperti biasa penulis berlatih berbagai latihan praktisi yang sudah menjadi rutinitas. Kini tak penting lagi, bukan rahasia lagi untuk membeberkan jati diri penulis. Biarpun bukan  seorang pendekar tetapi cukuplah menjadi seorang penghayat Bela diri Pencak Silat.

Ya tak bernama karena sudah tidak bergabung lagi dalam perguruan, tetapi penulis adalah mantan  siswa KBPS Asma di Purwokerto.
Kali ini penulis membuka catatan lama yang berupa  praktek jurus dalam versi penulis sendiri, jadi harap maafkan bila pembaca akan mengerutkan kening karena mendapatkan beberapa kata penulis yang mungkin tidak berdasarkan kaidah bahasa Indonesia yang benar.
Inilah ajaran jurus yang pernah penulis dapatkan.

Kita mulai dengan Dasar Jurus, berjumlah sepuluh. 
Seseorang berlatih jurus tak mungkin langsung masuk jurus lengkap karena badan belum terbiasa dan mungkin belum mengerti apa itu jurus secara langsung. Karenanya setiap siswa melalui dasar jurus sebagai pengenalan pertama bela diri Pencak Silat.
Jika berlatih seyogyanya melalui seorang pelatih resmi, tulisan ini sulit dipraktekan karena hanya imaginasi belaka. seorang pelatih adalah petunjuk sebaik-baiknya petunjuk.
Inilah dasar jurus tersebut.

1.Gerakan ke satu:
Posisi awal,
Kuda-kuda dengan kaki kanan depan lakukan dengan dengkul (lutut) sejajar dengan telapak kaki di tanah. Kedua tangan terkepal di sisi kanan dan kiri tubuh dan dalam keadaan diangkat ke atas hingga sampai tulang rusuk. Pertahankan posisi ini sebagai latihan wajib. Kaki kiri harus lurus di belakang.
-Pukul dengan tangan kanan semampu jangkauan tangan. setelah memukul kembalikan tangan ke posisi semula.
-Gerakan kaki kiri ke depan melangkahi kaki kanan. Jadikan posisi kuda-kuda kaki kiri depan.
-Pukul dengan tangan kiri semampu jangkauan tangan. Tarik kembali ke posisi semula.
-Lakukan berulang kali hingga mahir.
 2. Gerakan ke dua:
Posisi awal, sama dengan gerakan ke satu.
-Pukul dengan tangan kanan, kembalikan tangan ke posisi semula.
-Ayunkan tangan menangkis dengan menghentakannya kesamping kanan. Tinggi tangkisan kira-kira samakan dengan telinga kanan. Kembalikan tangan ke posisi semula.
-Melangkahlah dengan kaki kiri dan lakukan gerakan di atas tersebut dengan tangan kiri.
3.Gerakan ke tiga:
Posisi awal, sama dengan gerakan ke satu.
-Pukul dengan tangan kanan, kemudian menangkis kanan. Dalam posisi menangkis kanan hentakan tangan ke dalam menangkis ke dalam masih di bagian wajah. Tinggi tangkisan sama dengan telinga, setelah itu kembali ke posisi semula.
-Lakukan gerakan dengan bagian tibuh kiri setelah melangkah kaki kiri ke depan.
-Lakukan hingga mahir.
4. Gerakan ke empat:
Posisi awal, sama dengan gerakan  ke satu.
-Pukul dengan tangan kanan, kemudian menangkis kanan, menangkis kedalam, dalam posisi tangan di dalam  ayunkan tangan ke bawah menangkis bawah ke samping kanan. Kembalikan tangan ke posisi semula.
-Lakukan gerakan dengan bagian kiri, setelah melangkah kaki kiri ke depan.
-Lakukan hingga mahir.
5. Gerakan ke lima:
Posisi awal, sama dengan gerakan ke satu.
-Pukul dengan tangan kanan, tarik tangan ke kening. tangkis ke bawah  dengan memutar 180 derajat (setengah lingkaran) ke sisi kiri. Dalam posisi ini tangkis lagi dengan memutar tangan kanan360derajat (lingkaran penuh) ke sisi kanan tubuh. Kembalikan tangan ke posisi semula.
-Sepakkan kaki kiri ke depan, imbangi dengan tangan kiri menutup kemaluan dan tangan kanan menyilang di dada.
-Lakukan gerakan dengan bagian kiri.
-Lakukan hingga mahir.
6. Gerakan ke enam:
Posisi awal, sama dengan gerakan ke satu.
-Gerakan kedua tangan. Tangan kanan dari samping kanan tangan kiri dari samping kiri.
-Lakukan gerakan seperti menebas (Menebang dengan kapak).
-Sepak kaki kiri dan lakukan dengan tangan bagian kiri.
-Lakukan hingga mahir.
7. Gerakan ke tujuh:
Posisi awal, sama dengan gerakan ke satu.
-Pukul dengan tangan kanan, bawa tangan ke belakang, ayunkan ke bawah menggilas tangan lawan, tarik ke atas menangkis, pukullah dengan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kiri dan lakukan dengan tubuh bagian kiri.
-Lakukan sampai mahir.
8. Gerakan ke delapan:
Posisi awal, sama dengan gerakan ke satu.
-Loncat ke depan pukul dengan kedua tangan dobel dalam posisi kuda-kuda bangku (Rendah). Dalam keadaan posisi kuda-kuda bangku dan kedua tangan terjulur memukul, gerakan ke dua tangan memutari leher seolah-olah melepaskan diri dari cekikan lawan. Posisi tangan kembali ke semula.
-Teruskan gerakan dengan meloncat dan kuda-kuda bangku.
-Gerakkan tak ada kanan kiri.
-Lakukan hingga mahir.
9. Gerakan ke sembilan:
Posisi awal, sama dengan gerakan ke satu.
-Angkat kaki kiri dari belakang. Loncat dan jatuhkan kaki kiri ke depan mendorong posisi kuda-kuda lawan. Posisi badan jatuh ke tanah dan diimbangi dengan gerakan tangan kiri dan kanan hingga posisi tetap kuat.
-Angkat tubuh ke atas dan berdiri kembali dengan posisi kuda-kuda kiri depan.
-Lakukan dengan kaki kanan diangkat. Selanjutnya gerakan sama dengan diatas.
-Lakukan hingga mahir.
10. Gerakan ke sepuluh:
Posisi awal, sama dengan gerakan ke satu.
-Dorong kedua tngan ke depan menolak pasangan tangan lawan. Ayunkan ke bawah menangkap/ menerima kaki lawan di siku tangan. Imbangi dengan gerakan tangan kiri. Gerakan kaki kiri ke depan untuk keseimbangan. Dalam posisi berdiri memegang kaki lawan, lemparkan ke dua tangan melepaskan kaki lawan. Kembali ke posisi semula.
-Sepak kaki kiri dan lakukan dengan tubuh bagian kiri.
-Lakukan hingga mahir.
"Gerakan ke delapan dan ke sepuluh bisa ditambah dengan gerakan membanting lawan ke kanan atau ke kiri. Sedangkan gerakan ke sembilan bisa pula ditambahi dengan tendangan putar kanan dan  kiri."

Keterangan:
Harusnya ada gambar peragaan untuk setiap dasar jurus, tetapi penulis tak mampu melampirkannya karen tak memiliki data gambar dasar jurus yang pernah dilatih.
Penulis mendasarkan pada hafalan yang pernah dilatih, tak sempurna tetapi bisa menjadi gambaran Bela diri Pencak Silat. Kitalah yang harus melestarikannya, ingat Thai Land hanya memiliki Thai Boxing. Gerakan-gerakannya lebih sederhana tapi mereka tetap melestarikan bela diri tersebut sebagai identitas negaranya. Jadi Indonesia labih beruntung karena memiliki banyak sekali aliran bela diri Pencak Silat. Itu adalah khasanah yang harus kita gali kembali. Penulis biarpun bukan ahli bela diri tetapi mencoba tetap melestarikan melalui latihan rutin Intinya yaitu JURUS.


 

Sunday, January 5, 2014

Kegiatan awal tahun baru.

Seperti biasa penulis mencoba membeberkan kegiatan hari minggu.
Ini semacam journal kegiatan yang sudah berlangsung puluhan tahun bahkan sebelum penulis menginjakkan  kaki di Yogyakarta.
Memang  banyak perubahan, ah itu biasa karena menyesuaikan dengan kegiatan penting lainnya. Ya penulis dalam perantauan di berbagai daerah tentu mengalami pergantian bidang pekerjaan. Nah itulah yang utama, jadinya journal kegiatan menyesuaikan dengan bidang pekerjaan.
Hari ini kegiatan berupa journal latihan berlangsung  lancar membuat penulis menjadikannya sebagai  awal tulisan.

Sholat subuh,......5 januari 2014,
Setelah terlaksana penulis keluar menuju sebuah tempat favorit untuk berlatih. Itu berada di sebuah ruko Perwita Regency. Dari tempat kontrakan sekitar dua ratus meter. Tak jauh dari kios stempel milik penulis setiap hari mengadu nasib.
Hari hujan, cepat-cepat penulis menuju lokasi teras ruko. Untung tidak deras hingga memungkinkan untuk tetap berlatih. Di bawah guyuran hujan tapi aman karena berada di teras ruko penulis mencoba melatih beberapa jenis praktisi yang sudah mendarah daging berpuluh tahun.

Tak ada pemanasan, langsung melakukan kuda-kuda bangku.
Lepaskan pukulan kanan kiri sebanyak dua puluh kali, tak usah terlalu ngoyo, beberapa tahun berlatih pukulan kosong ini tak bertambah keras daya pukulannya. Penulis mendapati latihan lebih berguna untuk kelenturan tubuh saja.
Selesai, sedikit istirahat untuk mengurangi ketegangan  otot.  Barulah masuk sesi jurus.
Jadwal jurus wajib yang dilatih adalah JURUS TENDET.
Entah apa artinya penulis tak paham, berbagai latihan lebih berdasarkan hafalan dari sebuah perguruan lokal yang pernah di ikuti penulis di Kota Purwokerto dan tak berubah dari sejak dahulunya.
Jurus Tendet berupa jurus terpanjang dengan jenis pukulan dobel langsung ke depan. Berbagai teknik terangkai menjadi semacam sifat bela diri Pencak Silat berupa perimbangan serangan dan tangkisan. Juga semacam strategi dalam imaginasi menghadapi serangan lawan. Kemungkinan juga berbagai filsafat kehidupan sesuai pemahaman setiap pengamal jurus.
He He He penulis termasuk gagal untuk urusan pendalaman materi jurus, sajian yang ada seadanya saja. Yang paling jelas berlatih berbagai jurus dan kembangannya saja ternyata sudah menghabiskan banyak waktu. Tak ada lagi pendalaman materi karena penulis memang berlatih seorang diri tak ada kawan berdiskusi atau menimba pengalaman.
Kebiasaan penulis melakukan peragaan jurus dengan belahan tubuh kanan dan kiri. Jadi ada perimbangan kanan kiri tubuh agar seimbang, ini termasuk semacam penemuan karena tidak setiap penghayat jurus akan melakukannya. Tubuh bagian kanan biasanya mendominasi dan bisa seumur hidup tak pernah berubah. Jadi penulis beruntung karena mencoba membiasakan diri berlatih  cara demikian. Tetap terasa bagian tubuh kanan penulis lebih kuat dan luwes dari tubuh sebelah kiri.

Satu jurus selesai istirahat lagi, ternyata melakukan setiap jurus selalu membutuhkan tenaga ekstra dan ukurannya seperti seorang berlari sprint seratus meter. Megap-megap nafas penulis dada berdebar keras memerlukan waktu semenit dua menit mengontrolnya.
Lagi melakukan kuda-kuda bangku dengan pukulan kanan kiri sebagai penjumlahan tiga kali dua puluh kali sesi latihan memukul.
Nah  inilah perubahan dari berbagai perubahan dalam berlatih jurus. Jika penulis mendahulukan hanya berlatih pukulan kanan kiri terasa banyak waktu terbuang jadi caranya dijadikan sebagai selingan saja.
Nah setiap sesi terdiri dari dua jurus peragaan. Hari minggu ini latihan jurus kedua adalah jurus ke empat, JURUS LORO TENDET.
Jurus Loro Tendet berupa gerakan pukulan dan bukaan terhadap serangan lawan. Dari asal-usulnya ini adalah jurus kembangan Shantung yang dicoba sesuaikan dengan Pencak. Jadi gerak teknik Shantung yang kaku di tambah dengan langkah terangkai sehingga lebih berirama dan bisa menjadi semacam gerak tari (Pencak).
Kalau penulis melakukan peragaan jurus ke empat ini karena beberapa tekniknya memang harus berada di tempat longgar. Tak mungkin misalnya dilakukan sempurna di sebuah kamar kos yang hanya berukuran dua kali tiga meter.Gerakannya ada berupa  teknik sapuan yang melebar saat peragaan. Gerakannya seperti sebuah teknik dalam tari Break Dance yang populer ditahun delapan puluhan.
Tapi teknik ini sudah ada jauh  sebelum tari tersebut populer, jadi teknik sapuan yang ada pada jurus ke empat yang  dilatih  rutin oleh penulis ini bukan plagiat.
Bahkan bila di cari  asal usulnya mungkin ini sudah menjadi kekayaan intelektual suku-suku di Nusantara jauh sebelum kedatangan kolonial Belanda. Ingat Pencak Silat sudah ada jauh jejaknya mungkin sebelum tahun masehi mulai diberlakukan. Pencak Silat adalah bawaan suku-suku Melayu baik itu Proto Melayu maupun Melayu modern sekarang. Asal usulnya sejaman dengan budaya animisme dan dinamisme bangsa Indonesia.
Begitu pula penyebarannya begitu merata diantara suku-suku yang berdiam diseluruh Nusantara baik itu di Indonesia maupun Malaysia, Brunei serta Singapura dan mungkin sampai Mindanau Pilipina.
Selesai sesi jurus malah melakukan teknik scot jump dan push  up, ini semacam tempaan fisik untuk menggenjot stamina. Penulis mendapat cara seperti ini karena berkaitan dengan rasa malu bila ketahuan berlatih jurus. Bila ada orang lewat saat berlatih pasti sejenak atau bahkan sengaja akan menonton aksi penulis berlatih. Jadi sesi jurus diletakkan diawal saat hari masih gelap dan sebagian masjid masih melakukan sholat subuh berjamaah.
Memasuki sesi push up, scot jump, sit up itu peragaan sudah menjadi olah raga umum.Setiap orang biasa mengenal gerakan aerobik seperti yang penulis lakukan. Paling kelanjutannya yang berupa sesi asana tapi bercampur dengan senam dan pelenturan tubuh. Jarang penulis menyaksikan orang-orang mampu melatih seperti yang penulis lakukan.
Penuli melakukan setiap scot jump lima puluh kali dua kali, push up lima puluh kali dua kali dan sit up dua puluh lima kali dua kali. Ini juga sudah merupakan modifikasi karena dulu penulis saat merantau di Kalimantan bahkan pernah melakukan dalam hitungan seratus kali. Sebuah prestasi yang sungguh sangat membanggakan.
Kalau penulis sekarang menguranginya itu karena segi efisiensi agar tidak kehabisan waktu yang lain. Juga menyesuaikan umur yang mungkin diwaktu-waktu mendatang sudah semakin berkurang kemampuan fisiknya. Ya itu sudah terasa, untuk mata kayaknya sudah harus memakai lensa plus, serta gigi yang ternyata sudah berlubang dan goyah tidak sekuat dahulu yang mampu makan -makanan keras dan liat seperti apapun. Hal penuaan  lainnya terasa di kegiatan seks yang semakin berkurang kenikmatannya dan kemampuan gerak yang semakin lamban.
Paling kemajuannya pada rasa kedewasaan dan cara berpikir yang lenih mendekati nalar. Tidak tergesa-gesa dalam membuat keputusan dll. Kedewasaan terletak pada tanggung jawab yang diemban seseorang...........
Terus sesi ASANA,
Rangkaian asana dilatih bercmpur dengan berbagai kelenturan tubuh seperti senam aerobik.Asana ada sirsana, halasana, cobra, unta,salabasana dll. Rangkaian asana ini nantinya akan menjadi  catatan tersendiri dalam tulisan lain, juga jurus yang dilatih agar masuk sebagai catatan dan literatur yang bisa dilacak keberadaannya.
Asana  tak perlu sampai sehebat dalam video demo asana orang-orang ahli Yoga.......
Bisa melaksanakan asana sesuai kemampuan  saja  sudah sangat membahagiakan, tak semua orang menikmati seorang  dirinya menjadi pengamal Yoga.
Terakhir sesi JOGGING, kali ini  jogging menempuh rute Malioboro start di depan eks kampus STIEKERS dan terus melaju ke utara sampai lahan parkir stasiun  Tugu menyusuri jalan Malioboro hingga finish di  depan gedung AGUNG.
Hujan menghambat sesi jogging bahkan hingga pulang kembali ke rumah kontrakan.

Sunday, December 29, 2013

Gundul Tengik sampai di Gumuk Pasir Parangtritis.

Kegiatan akhir tahun.
Penulis ingat tentang kajian Geografi sebuah gumuk pasir. Itu terdapat di kamar Penulis berupa skripsi seorang mahasiswa UGM untuk contoh pembuatan skripsi mahasiswa Kehutanan.
Tetap saja Penulis tertarik biarpun tak paham maksud isi skripsi untuk jenjang sarjana seorang mahasiswa. Yang penulis tertarik itu berupa semacam petualangan perjalanan Hiking untuk menyelusuri gumuk pasir Parangtritis.
Langsung penulis melihat peta wilayah gumuk pasir yang tertera dalam skripsi, ya itu bisa jadi penunjuk untuk sebuah perjalanan menyusurinya.
Sebenarnya sudah lama penulis  pernah menginjakkan kakinya sesuai alur  peta yang ada dalam skripsi tersebut, mungkin sudah dua tahunan yang lalu, tapi tahun 2013 ini dicoba kembali untuk membuktikan rasa penasaran penulis akan kajian Geografi lokal Yogyakarta.
Nah kegiatan yang dikorbankan adalah olah raga bela diri Pencak Silat (Kayak Pendekar saja......), kemudian Yoga, dan Jogging mingguan. Tak apalah hitung-hitung ini kegiatan tahun 2014 nanti. Kelemahan penulis itu dalam masalah dokumentasi, tak punya  kamera untuk mendokumentasikan perjalanan yang dilakoni penulis.

Tanggal 29 desember 2013,
Setelah sholat subuh langsung penulis keluar setelah sebelumnya buang air besar sebagai persiapan perjalanan. Dengan kaos oblong dan celana jeans penulis berangkat pagi masih gelap menuju Ringroad mencari bus trayek Parangtritis. Sebuah sandal jepit menjadi andalan penulis kemanapun bahkan untuk bekerja sebagai pengusaha swasta sukses tapi kecil-kecilan. Ya kecil modalnya kecil juga kiosnya, dan kecil juga omzet perharinya. Karenanya hasilnya hanya cukup mengisi perut sehari-hari.
Jalan kaki sampai  di perempatan Druwo, maunya cepat dapat angkutan bus menuju Kretek. Tapi apa daya, menunggu sampai lama sekitar satu jam barulah bus kecil tersebut muncul. Itupun dengan penumpang sudah penuh, jam sudah menunjukan pukul setengah tujuh. Eiiit untuk trayek bus sekarang ini memang sudah sepi, tidak seperti tahun-tahun sembilan puluhan. Penyebabnya adalah kepemilikan kendaraan pribadi baik itu sepeda motor maupun mobil.
Bus tersebut penuh sesak, berjubel karena itu bus pertama meluncur ke Parangtritis membawa penumpang ke berbagai kecamatan disekitarnya. Tak terelakan lagi  penulis hanya bisa berdiri di pintu dengan badan hanya menyentuh sedikit kedalam agar seimbang dengan tangan berpegangan kuat di besi semacam cantelan. Penulis tidak sendirian, beberapa penumpang pun mengalaminya. Begitu bus berangkat langsung terasa angin menerpa dan perasaan ngeri menyergap. Itupun masih dicoba lagi beberapa penumpang masuk dipaksakan. Saat itu seorang  penumpang merasa diluar, begitu ada kesempatan masuk segera orangnya kedalam mungkin merasa ngeri karena  terkena angin dan kecepatan bus yang  cukup cepat.
Ha Ha Ha Gundul pringis ini merasakan jatahnya, angin sepoi keras itu membuat kepala penulis dingin seperti masuk angin, oh ya beberapa hari sebelumnya penulis memang potong rambut sampai gundul untuk meluruskan rambut saat tumbuh pertama kalinya. Kebiasaan penulis ini sudah dijalani beberapa tahun di Yogya, setiap tiga empat bulan sekali.
Sampai juga di start rute yang diinginkan penulis, pintu gerbang obyek wisata Parangtritis.
Penulis stop disitu saja, turun dan menuju jalan kecil menuju pantai Depok. Karena menunggu cukup lama diperempatan Druwo tadi penulis ingin buang air kecil, jadi segera menuju sebuah selokan air irigasi pertanian.
Huuup penulis turun ke saluran air biar tidak kelihatan oleh orang lain saat buang hajat tak tertahankan. Seekor ayam menyambut penulis di selokan itu,
"Keoook keook!" Tuh ayam berteriak langsung nyebur ke air selokan langsung berenang ke hulunya karena mendapati makhluk gundul pringis dan tengik mengganggu acaranya.
Sayang penulis tak sempat menolongnya lagi karena sadar itu sebenarnya bahaya besar buat si ayam berenang, sampai berapa jauh ayam itu berenang?
Oh kasihan sekali mungkin sampai lemas dan kemungkinan mati sendiri karena tak ada yang menolongnya. Sadis sekali penulis ini ya?
 Ya bagaimana lagi, hendak ditolong itu ayam sudah berenang jauh, bila dikejar nanti malah ketahuan orang bisa dituduh sebagai pencuri......
Segera penulis menghindari insiden kecil tak sengaja tersebut, semoga di hulu sana nanti ada seorang yang berbaik hati menolong itu ayam celaka.
Penulis melanjutkan perjalanan, hup jalan kecil sepanjang beberapa kilometer itu hanya lebar tiga empat meter, sebuah jalan desa tapi mulus beraspal karena tempat tujuan wisata. Terus di susuri, sampai setengah jam kemudian sampailah di pintu gerbang obyek wisata Depok.
Uuh itu tak penting, penulis sempat singgah di tepi sungai Opak yang menjadi sebab terbentuknya formasi bukit-bukit pasir gumuk sebagai obyek kajian Geografi.Sungai itu membawa pasir halus dari hulu berupa butiran halus sekali dari Gunung Merapi. Jadi inilah material erupsi terakhir berlabuh di pantai Depok dan Samas. Pasir-pasir itu akhirnya terbuang di hantam ganasnya ombak pantai selatan. Oh tidak demikian, sebagian kemudian timbul ke pantai terdorong ombak dan tertiup angin kencang menjadi timbunan perbulitan kecil setinggi sepuluh dua puluh meter. Tiupan angin terhadap material pasir halus itu berlangsung ribuan bahkan jutaan tahun. Tentu bisa dibayangkan, bukit setinggi dua puluh meter di pesisir pantai depok itu benar-benar hanya terdiri pasir-pasir halus. Di bawahnya kemungkinan berupa tanah sedimen seperti formasi batuan gunung kapur.
Fenomena bukit pasit itulah yang biasa disebut gumuk dan itu dijadikan perlindungan ekologi oleh Fakultas Geografi untuk dilindungi. Konon di luar negeri fenomena yang sama hanya ada di tepi pantai laut kuning Cina karena pasir-pasir halus dari sungai Huang Ho (Sungai Kuning).
Karena itulah Indonesia itu beruntung mendapatkan fenomena alam yang sama prosesnya dengan di Cina tersebut. Biarpun misalnya lingkupnya lebih kecil tapi cukup menjadi study geologi terbentuknya gumuk-gumuk pasir, itu sepeti gurun pasir di pemandangan alam Timur Tengah.
Mulai adanya formasi batuan gumuk penulis coba survey berdasarkan pengetahuan yang pernah penulis dapatkan di hutan Perusahaan HPH di Kalimantan.
Metoda paling gampangnya, meninjau kanan kiri jalan masuk sekitar lima puluh  meter sebagai semacam laporan pandangan mata. He He He jadi bukan tinjauan atau mencari data di lapangan. Kalau itu tugas lembaga akademik.....
Penulis ini hanya melakukan perjalanan untuk menyusuri dan  mendapatkaan sebuah suasana yang lain dari sekitar pemandangan yang ada. Tentu cukup sampai detilnya.
Ya itulah penasaran, langsung melangkah masuk ke sebuah gang kecil  yang kemungkinan biasa dilewati orang.
Huup fenomena gumuk pasir terlihat berupa gundukan yang terasa naik turun tidak terlalu tinggi, ditambah semak belukar dan berbgai pohon yang kuat tumbuh di tanah gersang. Beberapa tegakan jambu monyet terlihat terbiarkan hingga buah yang jatuh terlihat kecil-kecil tak komersial. Penulis agak tertarik dengan adanya jenis timun liar yang sebenarnya bisa dikonsumsi, ukurannya kecil seibu jari dan telah membusuk. Cukup banyak tapi sulurnya sudah banyak yang mati, berarti bila tumbuh itu biasa dikonsumsi berbagai binatang seperti musang. Ya jejak binatang yang ada menunjukan musang yang liar sebagai binatang bebas tak dipelihara manusia. 
Mencapai beberapa puluh meter ternyata mendekati kandang itik dan rumah ladang. Terdapat sumur pantek di salah satu ladang, coba penulis mendekati, ternyata berair dan bisa dipertahankan sebagai sumber air di tanah gersang tersebut. Dalam naungan tegakan (Ini istilah untuk tumbuh-tumbuhn yang berkayu dalam hutan) Penulis merasakan serasa di dunia yang berbeda dengan tanah Jawa.....
Ya sebuah kesunyian karena berada disebuah bukit gumuk pasir yang merupakan formasi berbeda dengan proses terbentuknya lapisan  tanah yang lain.
Oh itu hanya sedikit nuansa yang penulis dapatkan. Soalnya Penulis sadar beberapa bunyi kendaraan di sekitar menunjukan tempat itu tidak jauh dari jalan ramai. Jadi segera penulis kembali ke tempat semula. Penulis mencoba melihat HP signal kuat sekali, itu bukan daerah terisolir karena beberapa menara Telkomsel berdiri megah  sekali.
Segera penulis melanjutkan perjalanan, sampai di pintu gerbang obyek wisata pantai Depok. Penulis lebih tertarik ke sebuah jalan kecil menuju kiri, tertuju Museum Geospasial milik UGM. Ya itulah yang harus ditelusuri sebagai oleh-oleh perjalanan ini.
Masih beraspal mulus dan metode peninjauan kanan kiri jalan sejauh lima puluh meter ke dalam menjadi andalan penulis untuk mendapatkan nuansa setiap detil menarik obyek gumuk pasir. Jadi ada bukan areal hingga terlihat pasir halus seperti padang pasir, ada gundukan jerami ternyata itu adalah sediaan makan ternak sapi. Berbagai kelompok ternak menjadikan lahan tersebut sebagai kandang untuk menjauhi sapi dan kambing mendekati pakan. Oh kalau tumpukan jerami itu jelas didatangkan dari penenan sawah di lembah pertanian.
Ya kalau museum menara geospasial itu memang menarik. tetapi sayang itu bukan untuk tempat kunjungan umum. Soalnya berpagar dan dijaga beberapa orang, penulis cuma melihat ada banyak orang, mungkin mahasiswa dari berbagai universitas sedang mengunjunginya. Dari bus yang mencapai tiga buah berarti sekitar seratus  mahasiswa. Entah apa yang mereka praktekan di lahan gumuk tersebut.
Penulis terus berjalan, terasa tanjakan turunan dan berbagai papan larangan berburu dan merambah untuk lahan study Geografi tersebut. Toh tetap ada saja galian pasir untuk bangunan sembunyi-sembunyi. Ini bukan daerah sunyi, kecuali kita masuk kedalam sekitar lima puluh meter itu baru terasa sebagai dunia lain. Kalau jalan kecil beraspal mulus ini sering dilewati orang kampung dan kendaraan wisata. Juga pasangan pacaran,
Bah saat lewat beberapa anak kecil bersepeda, mungkin dari kampung setempat. Mereka itu melihat penulis dengan terbelak. Seseorang diantaranya berkomentar,
"Huh ana wong edan lewat!" Katanya sambil melihat kepala gundul penulis yang tengik ini.
Setelahnya mereka menghambur lari lebih cepat untuk menghindari penulis. He He He ada yang ketinggalan, Di belakangnya ada seorang cewek remaja ketinggalan, duileh cukup cantik cewek kecil itu mengangguk tersenyum kepada si GUNDUL TENGIK itu sebagai permintaan maaf atas kelakuan teman-temannya.
Suka nggak sih orang dengan kepala gundul?
Nyeleneh sedikit kan gak apa-apa........
Sedikit kejutan, ketika melewati tempat belukar sunyi penulis melihat seekor burung puyuh liar berlari menghindari Penulis. Langsung coba penulis mengejar, 
Eeeh ternyata burung kecil itu sembunyi di bawah pohon palem berbuah, ya itu jenis palem yang bisa untuk dikonsumsi. Burung kecil itu memanfaatkan warna bulunya menyamar diakar yang mendekati bulu tubuhnya. Ya semacam perlindungan diri dari hewan pemangsa lain. Penulis mendekati bahkan yang paling dekat hanya sekitar satu meter, menjulurkan tangan dan menyentuh sedikit burung liar tersebut. 
Berhasil....... suatu fenomena yang jarang di dapat oleh orang lain.
Ingat itu peristiwa langka, seorang berhasil meraih seekor burung puyuh liar tanpa dicurigai, berarti daerah itu termasuk aman dari gangguan. Burung-burung puyuh liar tersebut berarti merasa tidak terancam atas kehadiran penulis disekitar habitatnya tersebut.
"Ciiiet  cieet!" Barulah burung itu berteriak menyadari akan bahaya asing yang menimpanya. Langsung lari dan dari arah berlainan dua ekor yang lain juga menghambur karena sudah ketahuan penyamaran mereka.
Mendekati jalan besar obyek wisata Parangtritis sudah berupa kampung padat rumah warga dan kandang ternak, juga kegiatan wisata sudah ada seperti pemilik beberapa kereta wisata dan motor untuk jelajah pasir pantai.
Seseorang warga sudah tua menyapa Penulis, "Hendak kemana Mas?" Tanyanya mungkin karena heran, jarang orang jalan kaki menyusuri hutan di daerah tersebut kecuali untuk berbagai keperluan seperti penulis. 
"Jalan-jalan saja Pak." Penulis menjawab ala kadarnya.
Penulis tahu itu seorang pencari rumput yang mungkin memantau penulis sudah dari dalam hutan gumuk pasir  
Sampai di obyek wisata ya sudah berjubel pengunjung berupa species manusia yang memenuhi hajat akan hiburan karena mereka adalah makhluk sosial.
Sempat penulis berjalan-jalan di pantai dan kemudian duduk di salah satu gubuk tepi pantai. Tak berapa lama didatangi seorang pemilik warung.
"Mas bayar sewa gubuk?" Katanya meminta jasa.
Ealah kukira gubuk kosong sepi dan jauh dari lokasi keramian, ternyata itu sudah masuk paket wisata toh......
Penulis mengulurkan uang dua ribu rupiah,
"Sepuluh ribu mas, itu untuk sejam saja di sini." Ketus ibu-ibu pemilik warung meminta.
Terpaksa sudah penulis mengeluarkan uang sejumlah yang diminta sebagai bayar sewa gubug.
 Yah sama mahalnya dengan tarif ongkos Yogya- Parangtritis........
Ah biarlah, penulis meneruskan masih menyusuri jalan sunyi menghindar dari keramian wisata, itu sebuah jalan setapak yang biasa dilewati orang kampung untuk menembus jalan di atasnya yang menuju Gunungkidul. Ya itu sudah berbatasan dengan wilayah Gunungkidul, Parang Endog sebagai tempat terakhir kunjungan penulis.
Masih sempat penulis kembali ke rute semula dan beristirahat di Cepuri Parangkusumo. Sempat ada ritual didalam cepuri oelh seorang juru kunci dan seorang pengunjung wisata untuk berbagai hajat agar terkabul. Melihat penampilannya yang perlente tak akan mengira kalau orangnya masih percaya hal-hal seperti itu. 
Ah penulis istirahat berebah di salah satu aula yang tersedia, yang hadir di aula itu ya keluarga dari pemuda yang tadi menjalani ritual di areal batu Parangkusumo. Mungkin dahulu disitulah perjanjian antara Danang Sutawijaya dan Kanjeng Nyai Ratu Kidul berlaku sampai sekarang.
Selesai......................................................................

Pengasong koran

Ya inilah sebenarnya profesi penulis. Setiap hari mejeng di perempatan Ringroad Selatan Yogyakarta. Wah sangat narsis ya.......
Dimana posisi tepatnya?
Jika Anda berada di perempatan Ringroad selatan Jalan Parangtritis km 4,5 itulah tempat strategis yang penulis tempati. Oh masih kurang detail ya, tepatnya di perempatan jalan Parangtritis sebelah selatan ringroad. Ck ck ck bila masih  kurang jelas langsung datang dan beli koran di sana saja ya.
Hitung-hitung sudah berapa tahun menjadi pengasong  koran?
Wow ternyata sudah sukses sampai saat ini sepuluh tahun (mulai tahun 2004 sampai sekarang), sukanya banyak sedihnya juga banyak. Tak terhitung keuntungan jual koran tetapi juga beriringan mengalami kerugian. Dan pasti selalu dilihat pengendara motor dengan wajah iba.
Awalnya penulis mengasong itu di Jokteng wetan. Jadi persis di depaan situs cagar budaya tersebut. Itu mulai tahun 2004 sampai 2005 setelahnyaa itu setia menjadi demit perempatan ringroad sampai sekarang.
Apa nggak rendah diri mengasong  koran?
Ya sebenarnya ada perasaan tersebut, apa lagi bila melihat ternyata memang mengecer koran  seperti ini sebenarnya pekerjaan yang tak diminati oleh  orang pada umumnya.
Kan GAK ADA LOWONGAN PENGASONG  Dimanapun ada iklan lowongan pekerjaan di surat kabar!
Begitulah seorang pengasong koran adalah pekerjaan tak bergengsi, siapapun pasti tak akan bercita-cita menjadi pengasong koran.
Kelebihannya?
Ya mungkin koran adalah penambah pengetahuan akan kabar berita hari ini. Informasi apapun ada walaupun tidak secepat internet. Dan pasti setiap lembar koran  penulis mendapat rupiah demi rupiah keuntungan jualan.
He He He karena pekerjaan tak bergengsi jadinya tak ada istilah pecat memecat sampai sekarang, juga tak ada sangsi bila ada pelanggaran. Paling-paling mengurangi rasa malas saat memulai karena bila hujan deras mengguyur, pikiran sudah tak konsen lagi menjalani
Semua itu penulis jalani dan tak terkira suksesnya,
coba dibandingkan dengan saat penulis mencoba bekerja di perusahaan kayu,  supermarket, pabrik plywood, asuransi jiwa dll. Semuanya terasa berbeda karena banyak mengalami tekanan dari atasan dan kejenuhan karena pekerjaan hanya itu-itu saja. Tak ada variasi pekerjaan lain.
Oh pekerjaan ini hanya penulis lakukan sekitar dua tiga jam saja, mulai dari jam enam sampai jam sembilan. Kalau dilanjutkan sebenarnya bisa tetapi perut dan badan sangat kecapean. Penulis tidak ngoyo melakukan pekerjaan ini sebagai pendapatan utama. Jam sepuluh hingga jam lima sore kegiatan penulis membuka kios kaki lima jasa stempel.
Lumayan biarpun keuntungan sedikit paling tidak bisa untuk sarapan dan sedikit sisa keuntungan menjadi simpanan berupa  recehan koin logam. Wah banyak sekali sudah simpanan koin logam penulis, mungkin sampai ratusan ribu rupiah. He He He koin-koin itu baru terpakai bila usaha stempel lagi sepiiiiii sekali. Jadi diam-diam di dalam kamar kontrakan penulis tertimbun harta karun.
Ah tidak apa-apa, koin logam itu sendiri aneh juga. Tiap beberapa tahun sekali ada cetakan baru hingga penarikan  uang logam lama akan menimbulkan sejenis koleksi uang logam. Ah bisa jadi barang antik di tahun-tahun mendatang.
Kalau perempatan ringroad selatan, ya inilah tempat berbagai orang berdatangan dan pergi menuju sebuah tujuan. Sekedar lewat tetapi juga banyak yang mencoba mengais rezeki di sana.
Pengasong koran paling kuat bertahan hanya sampai setengah hari, kemudian pengamen berbagai jenis. Uh banyak juga jenisnya.....
ada yang group band dengan berbagai alat musik mulai dari gitar kecil, ketipung, sampai hanya sebuah kricikan tutup botol yang dibunyikan. Terkadang ada juga yang memainkan jathilan dan alat gamelan atau group topeng monyet.
Warung-warung bertebaran menempati sudut yang diijinkan berjualan, soalnya tidak semua tempat diperbolehkan untuk lapak, bisa karena harus menyewa juga karena ditolak pemilik lahan. Nah salah satunya langganan penulis bila usai mengasong. Itulah warung angkringan di sebelah selatan depan restaurant Tahu Telupat. Warungnya  buka pagi jam setengah delapan sampai jam dua siang. Penjualnya seorang perempuan paling berumur tiga puluh tahunan sudah beranak satu. Hidupnya selalu mencoba mencari peruntungan dari orang-orang yang bekerja disekitar, beberapa perusahaan distributor, toko bangunan, toko besi, pengrajin batu dan baja dll.
Bila sudah selesai mengasong penulis segera menuju warung angkringan untuk sarapan. Penjualnya sudah sangat hafal dengan selera penulis, kopi hitam kental sebagai kewajiban dan beberapa gorengan.
Kalau nasi, ya yang terhidang itu pasti nasi kucing, lumayan warung ini pernah menampilkan menu nasi sambal belut. Uah gara-gara nasi itu banyak orang yang berburu hingga antri tiap pagi mulai jualan. Warung ini penulis duga masih yang paling murahnya diseantero yogyakarta. Soalnya minum segelas teh atau es masih dihargai seribu rupiah.
Kalau tampilannya, wah sedikit berantakan. Tenda warung saja tak pernah ngepas  saat dipasang. Sepertinya keluarga ini memang kurang begitu peduli tampilan warung. Juga kebersihannya kurang terjaga, sekarang pun sudah mendapat bantuan tenda dan peralatan dari program Warung Beres UGM tetap saja tak berubah manajemennya. Bahkan pemiliknya berujar,
 "Huh dapat bantuan malah menyulitkan karena selalu diikat dengan berbagai peraturan. aku tak bisa mengikuti aturan yang mereka berikan karena kriterianya tidak sesuai modalku."
Nah begitulah orang-orang jalanan hidup. Bila ada aturan mereka merasa tambah beban karena pasti susah di ikuti. Tak seperti yang mereka jalani, coba modal hanya sebuah tenda dan beberapa meja kursi. Modal seperti itu bila dijadikan agunan ke Bank, tak akan masuk untuk mendapatkan pinjaman modal kan!!!

Yah akhirnyaa orang-orang jalanan pasti mencukupi hidup dengan modal keberanian belaka, termasuk penulis yang hanya berjualan dan mencoba menawarkan koran setiap pagi hari.

"Koran     Koran   Koran.....!!!"

Sunday, December 8, 2013

Asana

Kini penulis mulai mencatat latihan Asana. Berbagai asana dilatih hampir setiap hari menjadikan penulis sebenarnya sudah menjadi seorang  praktisi Yoga. He He He walaupun tak terkenal dan bukan seorang instruktur. Wong semuanya dilatih hanya untuk kesenangan belaka dan sedikit merasakan manfaatnya. Semoga latihan ini terus berlanjut sampai hari tua.
Ini kelanjutan asana yang disinggung dalam artikel "Burung-burung beterbangan",
PADMASANA,
Postur awal : Duduk dengan kedua kaki merapat dan lurus ke depan. Lengan menyentuh badan dan telapak tangan menyentuh lantai. Tulang punggung  tegak lurus.
-Tekuklah kaki kanan dan letakkan diatas bagian teratas paha kiri. Setelah itu menekuk kaki kiri dan  meletakkannya di atas bagian teratas paha kanan.
-Tangan kiri di taruh kebelakang dan mencoba memegang jempol kaki kanan. setelah itu tangan kanan di  taruh ke belakang dan memegang jempol kaki kiri.
-Pertahankan beberapa saat (Semampunya) 2x (kanan kiri)
POSTUR MENYILANGKAN KAKI
Postur awal : sama seperti padmasana
-Angkatlah kaki kiri dan pegang jempol kaki kiri dengan tangan kanan.
-Tangan kiri memegang jempol kaki kanan yang masih lurus kedepan.
-Berusahalah untuk duduk setegak mungkin hingga tangan kanan yang mengangkat kaki kiri berkontraksi.
-Pertahankan beberapa saat (Semampunya) 2x (kanan kiri)
VAKRASANA I (Miring)
Postur awal : Sama seperti padmasana
-Tekuklah kaki kanan dan letakkan tumit anda di bawah pantat.
-Angkat kaki kiri dan letakkan menyilang melintas kaki kanan.
-Pegang telapak kaki kiri dengan tangan kanan anda.
-Tangan kiri memutar kebelakang dan menyentuh kemaluan.
-Putar badan kebelakang sampai pandangan mata ikut melihat arah belakang.
-Pertahankan beberapa saat (Semampunya) 2x (Kanan kiri).
MAHAMUDRA (Sikap utama)
Postur awal : Sama seperti padmasana
-Tekuklah kaki kiri kedalam sehingga menyentuh selangkangan.
-Rentangkan kaki kanan semampu anda.
-Peganglah jari-jari kaki kanan dengan kedua tangan hingga mampu mencium lutut kaki kanan anda.
-Pertahankan beberapa saat (Semampunya) 2x (kanan kiri)
VAKRASANA II
Postur awal : Sama seperti padmasana
-Tekuklah kaki kanan dan letakkan tumit anda di bawah pantat.
-Angkat lengan kanan kebawah dibelakang punggung anda.
-Angkat lengan kiri keatas dibelakang punggung anda.
cobalah menyentuhkan kedua tangan yang sudah berada di belakang tubuh hingga saling bersentuhan.
-Pertahankan beberapa saat (Semampunya) 2x (Kanan kiri)
SIRSASANA
Postur awal :Berdiri biasa
-Berdirilah diatas jari-jari  kaki dan tekuk tubuh anda pada pinggang, satukan jari-jari tangan dan letakkan kepala diantaranya dengan puncak kepala menempel pada lantai.
-Tungkai anda harus lurus, dan berat tubuh dibagi secara rata pada segitiga dari tangan anda. Untuk memperoleh simetris yang sempurna, lihat antara pergelangan kaki anda.
-Ayunkan tungkai kanan lurus keatas, disusul dengan tungkai kiri. hingga anda mampu berdiri dengan kepala di bawah.
-Perhatikan keseimbangan dan petahankan beberapa saat.
HALASANA (Postur cangkul)
Postur awal : Berbaringlah diatas lantai yang beralas. Kedua kaki merapat.
-Jatuhkan tubuh kebelakang dengan bertumpu pada tulang belakang anda.
-Luruskan kaki dan dorong tubuh lebih kedepan. Dalam posisi ini telapak kaki anda harus membentuk sudut 90* terhadap tungkai.
-Pertahankan beberapa saat (Semampunya)
PADA HASTASANA
Postur awal : Berdiri tegak lurus, lengan kedua kaki merapat. Lengan merapat deengan badan, tangan terbuka dan jari-jari melurus (TADASANA)
-Angkat kedua tangan keatas.
-Bungkukkan tubuh kedepan dan sentuhlah ibu jari kaki anda.
-Berusahalah mencium lutut dengan keadaan kaki tetap lurus.
-Pertahankan beberapa saat (Semampunya)
VIRASANA
Postur awal : Sama seperti Padmasana.
-Tekuklah masing-masing kaki pada lutut. Telapak kaki menghadap kearah atas. Beri jarak secukupnya antara kedua kaki.
-Duduklah dengan meletakkan pantat diantara kedua kaki hingga menyentuh lantai. Letakkan kedua tangan di pangkuan.
-Pertahankan beberapa saat (Semampunya)
Demikian penulis mencoba mengutarakan latihan yang selalu dilakukan. Latihan ini masuk sesi Asana. Masiih banyak nama asana di dunia Yoga. Apa yang penulis utarakan hanya sebagian kecil saja, sesungguhnya bila merujuk pada mistik Yoga maka isi dunia adalah Asana dan meditasi.Bahkan bila ditambah dengan kepercayaan Hinduisme maka Kedewaan pun dalam alamnya tetap menghayati Yoga sebagai persatuan, dan mungkin tercapainya Nirvana atau tidak menjelma lagi kebentuk lain (Reinkarnasi). Jadi yoga merupakan jalan pembebasan diri manusia untuk menjadi sempurna hingga tidak perlu lagi mengalami reinkarnasi. Puncak tertinggi dalam Hinduisme adalah moksa.
Oh tak perlu mendalami Hinduisme bila anda seorang muslim, cukupkan Yoga sebagai jenis olah  badan yang ditambah mistik. Masih banyak unsur yoga yang positif seperti pengaturan nafas, olah pikir dan mantra, Ingat tinggalkan hal-hal yang bersifat pemujaan sesuatu, sesungguhnya hinduisme berinti pada pemujaan sebagai jalan mendekatkan diri pada ketuhanan. Itulah ritual utama Hinduisme, hindarilah ritual seperti itu!
Pagi hari minggu ini penulis berlatih di sebuah ruko Perwirta regency. Tempatnya sesuai dengan tema penulis yaitu asana. Karena kios tempat berlatih penulis ini adalah praktisi penyembuhan Reiki asuhan Firmansyah Efendi yaitu Reiki Tumo (Tak sengaja penulis menempati latihan ditempat tersebut) Kios dengan lantai bersih diapit dua pot berisi tanaman teratai. Semacam gambaran betapa meditasi selalu diasosiasikan dengan keberadaan teratai yang tumbuh digenangan lumpur dosa.
Tentu penulis mencampurkan dengan latihan bela diri yaitu jurus Pencak Silat. Ah nanti secara perlahan penulis akan membahasnya, begitu banyak olah raga penulis ya.
Terakhir sesi jogging, kali ini penulis menelusuri jalan Parangtritis menuju keselatan. tujuan penulis mencapai rute kampus ISI (Institut Seni Indonesia). He He He penulis secara tak sengaja selalu menjadikan sebuah tempat yang mengandung civitas akademis sebagai rujukan intelektualitas. Biarpun penulis buta masalah pendidikan tinggi tetapi hidup penulis mencoba mendalami dunia dari segi nalar dan logika. Yah biar tidak tersesat dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.
Sekitar dua puluh lima menit jogging mencapai rute ISI. Di sebuah gedung UPT Galeri dan UPT Perpustakaan penulis istirahat. Demikian penulis menyajikan semacam kegemaaran dalam hidup.