Sunday, May 11, 2014

Sesi Meditasi

Masuk bulan Mei, seperti biasa Penulis melakukan latihan sesuai journal kegiatan. Ya puncaaknya adalah hari minggu. Bagaimana pendapat pembaca mengenai journal yang dilatih ini?
Penulis berada di Yogyakarta, ibaratnya mulai menjalaninya sudah tahun ke sepuluh.......
Wah tentu sangat mencengangkan, biarpun mungkin dalam menapaki journal terjadi perubahan tetapi keteraturannya adalah sebuah keajaiban bagi penulis pribadi.
Tentu itu tidak terjadi begitu saja, modalnya sudah terkumpul  sejak dari perantauan Penulis di Kalimantan, dan pelatihan di saat kecil dan remaja saat di Purwokerto mulai dari sekolah dasar hingga sekarang.
Sebenranya materinya juga bukan hal yang luar biasa, masiiiiiih saja hafalan seperti masa kecil. Perubahannya tak banyak, tetapi kemungkinan pendalamannya yang lumayan karena bersanding dengan pengalaman dan pendalaman kejiwaan yang sudah dewasa.
"Masa umur sudah empat puluh empat tahun pandangan hidup masih sama dengan masa pubertas?"
Wah tentunya sangat rugi!!!!
Apakah di usia yang makin tua ini latihan makin bertambah porsinya?
Jawabannya adalah  fisik makin menurun dan kelenturan tubuh makin berkurang, Penulis menyadari mungkin nantinya ketrampilan yang susah payah dilatih hanya tinggal kenangan nantinya.
Seperti latihan Yoga ini,
Sebenarnya lebih peenting mana Yoga dengan Pencak Silat?
Sesungguhnya Penulis mendapatkan Yoga adalah saat menjadi anggota sebuah perguruan Pencak Silat. Jadi Yoga adalah materi tambahan saja dalam perguruan tersebut. Dan kebanyakan Penulis mendapati anak-anak murid perguruan tersebut tidak mendalami Yoga karena bukan bagian penting dalam ajaran perguruan tersebut.
Penulis saja yang kemudian terobsesi mengembangkannya sebagai bagian hidup tersendiri, sedikit nyleneh karena hasilnya adalah praktisi autodidak. Jadi hasilnya menjadi murni versi penulis sendiri.
Nah salah satu pendalaman Yoga yang menjadi versi sendiri adalah sesi Meditasi.
Dalam perguruan Pencak Silat yang pernah Penulis ikuti tak ada sesi ini, jadi pengajarannya adalah menjadi hak Penulis sebagai PRAKTISINYA.

Meditasi itu apa?
Wah Penulis tak akan membeberkan segala definisinya karena bukan ahli bahasa.
Langsung Penulis masuk Meditasi sebagai jenis latihan pendalaman ASANA.
Semuanya bermuara pada ASANA, karenanya Penulis mendahulukan artikel ASANA sebagai semacam dasar sebelum memasuki sesi Meditasi.
Setelah berlatih banyak pose Asana tinggallah masuk sesi latihan Meditasi. Asana begitu banyak nama dan olah tubuhnya, kalau meditasi.....ternyata sederhana sekali.
Hanya ada beberapa ASANA yang terpakai untuk mencapai meditasi. Biarpun mungkin semua asana memungkinkan untuk meditasi tetapi yang favorit dilakukan hanya pose-pose yang nyaman dilatih, nyaman dirasa, tak menyakitkan untuk beberapa otot, dan tidak mengalami kontraksi yang berlebihan. Apalagi akan ada banyak latihan yang tidak berhubungan dengan fisik lagi seperti pernafasan dan visualisasi atau bahkan pernyataan kalimat sebagai Mantera.
Coba langsung masuk Meditasi, prakteknya......
Penulis menjadikan sesi ini dalam dua sesi. Jangan kaget versi ini merupakan pengalaman Penulis dengan mengambil dari beberapa kutipan buku karangan Firmansyah Efendi dan Adnan Krisna walaupun Penulis bukan murid mereka.
Ya hanya inilah yang bisa Penulis latih, Kita mulai sekarang.....
SESI MEDITASI versi I,
Disebut GROUNDING (Terhubung ke langit dan bumi)
Artikelnya masih dari karangan Firmansyah Efendi tetapi variasinya dan penafsirannya asli dari Penulis, begitu juga cara prakteknya. Yah jangan kaget biarpun ada misalnya buku panduan tetap saja kita sebenarnya bebas menafisrkan dan menyesuaikan dengan diri pribadi kita sendiri karena mungkin banyak ketidaksesuaian dengan misalnya kepercayaan dan keimanan agama masing-masing. Pokoknya jangan mutlak melatih diri hanya mengikuti ajaran seseorang!
Adaptasikan setiap jenis latihan dengan tubuh dan sifat diri pribadi, mungkin hati nuranilah pemandu kita yang sebenarnya.
Inilah GROUNDING versi Firmansyah dari bukunya yang berjudul KUNDALINI.
*Bayangkanlah cahaya putih (atau kuning emas) yang terang benderang dari atas turun memasuki cakra mahkota. Cahaya tersebut menghangatkan cakra mahkota dan membuat cakra mahkota membuka dengan besar seperti sebuah bunga teratai dan bercahaya terang benderang.
*Cahaya tersebut menembus cakra mahkota dibagian tengahnya, cahaya mulai memasuki kepala.
*Semakin banyak cahaya yang memasuki kepala memenuhi seluruh kepala, dan mulai mendorong cakra mata ketiga dari dalam, mengaktifkan cakra mata ketiga juga mekar sepenuhnya.
*Cahaya memenuhi seluruh kepala dan turun memenuhi tenggorokan, mendorong cakra tenggorokan untuk mekar sepenuhnya.
*Cahaya yang telah memenuhi kepala dan tenggorokan turun ke rongga dada dan mendorong cakra jantung hingga mekar sepenuhnya. Cahaya juga memenuhi seluruh perut, membuat cakra pusar, cakra seks dan terakhir cakra dasar mekar sepenuhnya.
*Cahaya turun melalui kaki. Bagi yang melakukan teknik Grounding ini sambil berdiri,bayangkan cahaya turun dari kedua telapak kaki, sedangkan bagi yang melakukannya sambil duduk bayangkan cahaya turun dari cakra dasar.
*Cahaya yang telah turun keluar dari tubuh dari cakra telapak kaki ataupun cakra dasar memasuki bumi, menembuss seluruh lapisan bumi, hingga sampai ke pusat bumi, berkahilah bumi dengan cinta kasih sepenuhnya.
*Menerima cahaya dan cinta kasih, bumi akan  membalasnya dengan cahaya berwarna hijau yang naik dari pusat bumi ke tubuh.
*Perintahkan pikiran bawah sadar untuk menjaga agar tubuh selalu terhubung dengan cahaya dari langit dan bumi ini dan menarik kedua sinar tersebut terus menerus.

He He He pusing gak membacanya?
Banyak sekali pengertian yang tidak diketahui oleh pembaca dan penulis sendiri.Inilah pendalaman Yoga.....Ingat semua hal dari Yoga sebenarnya adalah mistik. Jadi pendekatan mistik adalah bagian dari pengajaran MEDITASI.
Lihat saja, bayangkanlah....ini visualisasi. masih bisa diterima akal.
CAKRA.....ini mistik yang rumit, kita sederhanakan saja dalam tubuh terdiri dari tujuh bagian secara fakta. Padahal jika membaca buku KUNDALINI karangan Firmansyah ini ada ratusan cakra...nah lohhhhh....kemudian bagian cakra, wah tambah rumit. Penulis tidak sampai mendalaminya, tak akan habis satu buku dan mungkin juga kurang bermanfaat.
Sederhanakan sajalah, tujuh cakra itupun anggap saja sudah mistik minimalis. Tak ada kewajiban mendalaminya karena hanya memusingkan kepala. ambil saja logikanya, sebagai analogi. Pokoknya tak ada cakra yang terlihat di tubuh, hanya tambahan untuk masuk pendalaman YOGA....itu saja oke.
Mistik nanti akan dibahas tersendiri itupun bukan sebagai kewajiban untuk mendalaminya, hanya menambah pengertian.
Yang diurusi Penulis adalah latihannya, sesi meditasi...jadi versi tersendiri walaupun mengambil dari buku karangan praktisi penyembuhan REIKI TUMO.
Asana Padmasana, tubuh tegak dan sedikit membayangkan adanya bumi dan langit, itu nyata dan bisa diterima akal. Pranayama...menghirup nafas....sengaja penulis tambahi dengan wirid Lailahaillalah....tahan nafas tetap membaca wirid tersebut....hembuskan nafas tetap membaca....tahan nafas tetap membaca. Begitulah seterusnya,satu pernafasan untuk satu cakra hingga terjadi tujuh kali sesi pernafasan.
Begitu juga saat sudah dari cakra dasar naik keatas caranya sama dengan yang diatas paling visualisasinya yang membedakan warna dari putih menjadi cahaya hijau. Itupun diringankan lagi supaya tidak berat membayangkan cahaya, cukuplah seperti ada yang lewat setiap menjalani pernafasan.
Entah...mungkin bagi mereka yang peka bakalan merasakan sensasi tersendiri. Penulis tak mendapatinya jadi cukup sebagai sesi latihan....ingat latihan ini juga tak mudah dilakukan, kata kucinya adalah harus betah duduk bersila padmasana.
He He He satu tahun berlatihpun belum tentu dapat apa-apa, paling hanya ada keyakinan bahwa latihan ini berguna mengendalikan tubuh dan pikiran dari berbagai khayalan yang tak berguna.
ITU SAJA!!!! Ha Ha Ha
Untungnya meditasi ini bukunya banyak beredar dalam berbagai judul, jadi silakan menjadikan manfaatnya sebagai perbandingan dengan yang dilatih oleh masing-masing praktisinya.
Bila Anda betah dan menyukainya....itu sama dengan pengalaman Penulis.
Meditasi versi II dibahas dilain judul, soalnya sama rumitnya. Sementara membandingkan dengan hidup sehari-hari Penulis begitu sederhana bahkan lebih praktis dan apa adanya.
Ini yang membuat Penulis agak iri, sementara Pencak Silat materinya sulit sekali di dapat dimanapun berada maka YOGA berlimpah materi.Ditelusuri sampai jaman Hindu India maupun Budha semuanya ada.

Sunday, April 27, 2014

Asana Lanjutan

Penulis mulai lagi mengurusi Asana, Biarpun bukan profesi tapi bila menyinggung bidang asana penulis berani menyatakan itu sebagai praktisinya. Tentu tak selengkap seorang instruktur atau orang-orang yang menyatakan dirinya sebagai YOGI/YOGINI.
Asana ini sebagai pelengkap dari journal latihan sesi Asana dan sesi Jurus. Jadi tulisannya mendasarkan pada praktisi yang penulis lakukan, sayang rujukannya adalah tulisan di sebuah buku tulis yang sudah lusuh dari berbagai sumber.....eit penulis tak menyebut sumbernya karena banyak sekali. Tapi versinya tentu menjadi ciri khas penulis sendiri, jadi tidak menjiplak total.
Sesungguhnya walaupun tulisan dari berbagai sumber itu ideal, tetapi saat mempraktekannya akan terjadi penyesuaian dengan kebutuhan kita masing-masing. Itulah sebenarnya kenapa tetap ini adalah versi penulis seasli-aslinya.
Uuuuuuffff hari ini pagi setelah sholat subuh, seperti biasa berlatih Jurus dan Asana di Ruko Perwita Regency di kios REIKI TUMO asuhan Firmansyah Efendi.....wah ini kebetulan saja. Di salah satu sesinya sebenarnya ada juga ajaran beliau yang ditulis dalam buku KUNDALINI sebagai satu sesi yang dilatih penulis, itu masuk sesi MEDITASI.
Jadi seharusnya penulis bisa berhubungan dengan pemilik kios penyembuhan REIKI TUMO ini karena menyangkut Gurunya------Ah ternyata tidak!!!!
Tak ada hubungan apapun, penulis tetap merasa lebih baik mengembangkan YOGA dalam bentuk praktisi hiburan, jadi bukan penyembuhan seperti tujuan REIKI TUMO.
Ciaaaaaatttt!!! Bak Bik Buk!!! Pukulan dan tendangan dilakukan penulis di sebuah teras Ruko. Terkadang ada perasaan malu karena sering terlihat oleh pejalan kaki yang berolah raga di hari minggu.
Yang menyebalkan pasti adalah bila yang melihat adalah anak kecil, langsung tuh anak akan menirukan berbagai teknik latihan yang dilakukan. Ah mungkin mereka nantinya akan mendalami hal yang sama, bukankah penulis bisa melakukan semua ini karena dulunya adalah PENIRU?????
Ah langsung masuk Asana saja lah......
Ini cuma teknik-teknik untuk melengkapi kekurangan dari tulisan yang berjudul ASANA. Isinya tidak berurutan, berbeda dengan journal yang dilatih penulis, pokoknya hanya pelengkap saja.
MANDUKASANA (postur katak)
-Duduk bersila sedemikian rupa, sehingga kedua telapak kaki/tumit saling menyentuh.
-Pegang erat-erat ujung jari kedua kaki dengan lengan kedua tangan.
-Bungkukan badan hingga kedua kaki meregang.
-Pertahankan beberapa saat (semampunya).
SHALABHASANA (belalang)
Postur awal: berbaring tengkurap di atas lantai beralas. Kaki merapat. Dagu menyentuh lantai dan telapak kaki serta jari-jari kaki menghadap keluar.
-Angkat tubuh bagian atas beserta lengan dan kaki secara bersama-sama sehingga seluruh badan  bertumpu pada perut.
-Pertahankan beberapa saat (semampunya) 3x
DHANURASANA (sikap busur)
Postur awal: sama dengan shalabasana
-Tekuklah kaki pada lutut, bawalah tangan ke belakang dan peganglah tumit dengan tangan.
-Angkat dada dan kepala, lapangkanlah dada. Tegangkanlah kaki dan tangan.
-Pertahankan beberapa saat (semampunya)
BHUJANGASANA (ular cobra)
Postur awal: sama dengan shalabasana.
-Lengan digeser sehingga sejajar dengan tulang rusuk terakhir.
-Angkat bagian atas tubuh, kepala didongakkan ke belakang sejauh mungkin. Kedua mata melihat bulu mata kearah atas.
-Pertahankan beberapa saat (semampunya).
BHUJANGASANA II
-Postur awal:sama dengan shalabasana
-Lengan digeser sehingga sejajar dengan tulang rusuk terakhir.
-Angkat bagian atas tubuh, kepala didongakkan kebelakang sejauh mungkin.
-Angkat juga kedua kaki ke atas tubuh, cobalah dekatkan dengan kepala.
-Pertahankan beberapa saat (semampunya).
USHTRASANA (sikap unta)
Postur awal: duduk di atas tumit (vajrasana)
-Berdiri di atas lutut.
-Badan ditekuk kebelakang sehingga wajah menghadap ke langit-langit.
Jika badan masih lentur terus lanjutkan hingga tubuh tertekuk membentuk lingkaran.
-Pertahankan beberapa saat (semampunya).
CHAKRASANA (kayang)
Postur awal: lakukanlah pose berbaring diatas lantai atau dasar yang stabil.
-Tekuklah kaki pada bagian lutut dengan telapak kaki menempel pada lantai. Tekuklah kedua tangan pada siku dan tempelkan telapak tangan diatas lantai dengan jari-jari menghadap bahu.
-Angkat tubuh ddan kepala secara bersama-sama. Letakkan beraat badan secara merata pada kedua kaki dan tangan. Dalam sikap ini tubuh akan membentuk sebuah  roda. Kepala ditekuk ke belakang.
-Pertahankan beberapa saat (semampunya)
ARDHAMATSYENDRASANA
Postur awal: duduk diatas lantai.
-Angkatlah kaki setengah bagian dengan menekuk lutut. Tahan lutut dengan tangan. Letakkanlah kedua tangan di bawah lutut sehingga kedua tangan tersebut dapat saling menyentuh.
-Letakkan kepala diantara lutut. Aturlah kepala sedemikian rupa diantara lutut sehingga dapat melihat lantai di bawah.
-Pertahankan beberapa saat (semampunya).
POSE MENEKUK KAKI DI LEHER
Postur awal: sama dengan padmasana.
-Angkatlah kaki dan cobalah melenturkannya hingga kaki tersebut mampu melampaui kepala, dan letakkan kaki tersebut di belakang kepala tepat di leher bertumpu pada bahu.
-Rasakan sensasi yang terasa.
-Pertahankan beberapa saat (2x) kanan-kiri.
MATSYASANA
Postur awal: sama seperti chakrasana.
-Berbaringlah pada punggung, sentuhkan kepala pada lantai. Letakkan pantat diatas lantai.
-Angkatlah tubuh tetapi tetapi puncak kepala tetap menyentuh lantai. Letakkan tangan-tangan diatas paha atau peganglah jari-jari kaki dengan tangan.
-Pertahankan beberapa saat (Semampunya).
SARVANGASANA
Postur awal: sama seperti halasana.
-Angkatlah kedua kaki pelan-pelan.
-Angkat terus, sampai 90*
-Pelan-pelan angkat pula punggung sampai maksimal.
-Pertahankan beberapa saat (semampunya).
ARDHAVRISCHIKASANA
Postur awal: duduklah diatas lantai.
-Julurkanlah kaki setengah bagian kedepan. Letakkanlah lengan diantara kaki dan julurkanlah tangan tersebut sampai menyentuh lantai. Tempatkanlah tangan pada lantai.
-Tekanlah seluruh berat badan pada telapak tangan kemudian naikkanlah tubuh setinggi mungkin.
-Pertahankan beberapa saat (semampunya).
MATSYENDRASANA
Postur awal: tadasana (berdiri biasa)
-Letakkan telapak tangan pada lantai diantara kedua kaki, kaki tetap lurus. Tekanlah seluruh berat badan pada tapak tangan.
-Cobalah mengangkat badan dari lantai dan menekan seluruh berat badan pada tapak tangan. Jaga keseimbangan tubuh secara keseluruhan dengan memusatkan konsentrasi.
-Pertahankan beberapa saat (semampunya).
LATIHAN MENGANGKAT PERUT
Postur awal: sama seperti padmasana.
-Letakkan kedua tangan di sisi tubuh.
-Dengan bertumpu pada telapak tangan cobalah mengangkat badan dan usahakan kaki tetap tak bergerak kemanapun untuk mencapai keseimbangan.
-Pertahankan beberapa saat. Jika perut sakit hentikanlah dulu latihan dan tunggu rasa sakit hilang baru diulangi (3x).
LATIHAN PEREGANGAN KAKI
Postur awal: sama dengan padmasana
-Angkatlah salah satu kaki keatas hingga menyentuh kepala. Kaki usahakan tetap lurus.
-Pertahankan beberapa saat (semampunya) 2x kanan-kiri.
YOGA MUDRA
Postur awal: sama seperti padmasana.
Pose I:
-Letakkanlah kedua lengan dibelakang tubuh. Kedua jari saling bergenggaman menyatu.
-Tundukkan tubuh ke depan sehingga dahi dan hidung menyentuh lutut sambil mengangkat tangan lurus ke atas.
Pose II:
-Kedua tangan dibelakang tubuh dengan kedua tapak tangan bersentuhan membentuk sembah.
-Lakukan peregangan semampunya. Tak usah menundukkan tubuh ke depan.
-Pertahankan semampunya saja.
STRETCH UP FOR ANKLE JOINTS
-Berdiri santai, tegak lurus.
-Angkat tumit kaki, pertahankan.
-Sambil mempertahankan tumit kaki.Turunkan badan perlahan-lahan hingga menekuk di paha.
-Naikkan badan lagi keatas, gerakkan satu putaran.
-Dilakukan sesuai kemampuan dan jika mampu dikombinasikan dengan pernafasan minimal 5x.
  LATIHAN PEREGANGAN DADA
-Berbaring telungkup, letakkan kedua tangan di kepala belakang.
-Angkat kepala dan badan atas sesuai kemampuan. Minimal 5x.
BANDHAKONASANA
Postur awal: sama seperti mandukasana (tahap kedua).
-Setelah berada dalam sikap mandukasana, bungkukkan tubuh kedepan sehingga dahi menyentuh lantai.
-Pertahankan beberapa saat (semampunya).
JANUSHIRASANA
-Tarik kaki lurus ke depan, imbangi dengan kaki kanan kebelakang sedemikian rupa sehingga selangkangan bertumpu di perinum.
-Saat peregangan kaki mencapai maksimal, bungkukkan tubuh ke depan hingga mampu mencium lutut.
-Lakukan 2x kanan-kiri.
-Setelah itu bukalah kaki selebar mungkin. Lakukan hingga semaksimal mungkin dan mampu bertumpu di perinum.
-Lakukan variasi gerakan tubuh ke samping kanan, kiri, kemudian ke atas dan  terakhir bungkukkan badan ke depan hingga menyentuh lantai.
-Pertahankan beberapa saat (semampunya).
ARDHA KATI CHAKRASANA (setengah lingkaran)
Postur awal: sikap tadasana.
-Angkat lengan kanan sehingga menyentuh telinga, telapak tangan menghadap keluar/kiri.
-Lekukkan badan kearah kiri.
-Pertahankan beberapa saat. 2x kanan-kiri.
PARIVRATA TRIKONASANA (postur segitiga silang)
Postur awal: Tadasana.
-Renggangkan kedua kaki, angkat kedua lengan hingga sejajar dengan lantai.
-Pelan-pelan lekukkan pinggang sehingga tangan kiri menyentuh kaki kanan, jangan menekukkan lutut.
-Lakukanlah 2x kanan-kiri.
SIKAP MELAYANG
Postur awal: Tadasana.
-Letakkan kedua tangan di lantai sejajar.
-Bungkukkan badan dan letakkan tubuh diantara kedua lengan.
-Dengan bertumpu pada kedua lengan, angkat kepala dan tubuh atas beserta bagian bawah badan seperti melayang.
-Ulangi gerakan diatas tersebut beberapa kali.

Sebenarnya banyak sekali nama-nama ASANA, tetapi yang tertulis ini hanya yang sering dipraktekan Penulis. Juga harusnya setiap pose dikuatkan dengan gambar sehingga pembaca tinggal  mencontoh gambar tanpa mengerutkan kening karena membaca tulisan yang kurang jelas tersebut.
Bila isi dunia adalah ASANA maka semua contoh praktek tersebut bisa dianggap mewakili dunia makrokosmos....ini istilah menjurus mistik.
Ringankan saja Asana sebagi bentuk olah tubuh yang bersifat hiburan, jangan memberatkan dengan berbagai hukum Hinduisme seperti Karma, Yadnya, Darma, atau turunan dari hukum-hukum tersebut seperti inkarnasi, titisan atau moksa dan nirvana. Tak mungkin menggabungkan kedua prinsip agama dalam satu kepercayaan (Sinkritisme).
Sesi ASANA dan JURUS selesai, tinggal JOGGING.... wah hari ini cuma mencapai Ringroad Selatan di jalan Ki Ageng Pemanahan. Rasanya badan Penulis agak kecapaian hari ini.
Cukuplah tulisan ini dulu.



Sunday, April 13, 2014

Tegakan Meranti di kampus UGM

Hari minggu kelabu, he he he nggak ding.
Ini sih penulis saja yang lagi ribut gara-gara benyak problem aneh beberapa hari ini. Tapi tak apa semuanya masih berkaitan dengan dunia kerja yang dilakoni penulis.
Latihan seperti biasa terselenggara dengan lancar.
Yoga, Jurus, dan sesi Jogging.....kali ini rutenya eks Kampus STIEKERS menuju Malioboro via Taman Parkiran Abu Bakar Ali. Seep tak ada halangan apapun.
Sebelumnya pekerjaan rada sumpek, banyak salahnya.....ah tidak, cuma dapat kasus aneh.
Hari Jumat dapat stempel, eh pemesan minta yang bisa untuk ngecap di media keramik yang masih basah. Uh bingung rasanya mencoba membayangkan stempel yang bisa untuk cap media keramik. Berbagai kemungkinan dibahas bersama walaupun tetap tak yakin benar hasilnya nanti.
Ya sudah jadi, siang diambil.....eeeeh si pemesan memberi contoh stempel untuk media keramik yang sudah jadi. Busyet salah garapanku.
Ya sudah hari itu bolak-balik dua kali hanya mengikuti keinginan pemesan, pokoknya lelah bin capek seharian.
Hari Sabtu........
Temanku sebelah menyatakan ada yang pernah salah dalam garapan stempelku. Diberikannya sebuah stempel yang diprotes pemesan. Permintaannya harus diganti dan diralat kesalahannya.
Kuamati stempel tersebut, rasanya tak percaya jika itu buatanku. Kunyatakan kepada temanku itu bahwa stempel yang minta diubah bukan hasil kerjaku. Tapi aku sendiri ragu juga karena rasanya pernah mengerjakan stempel jenis seperti itu tapi sudah lama banget.......
Akhirnya kucek di komputer setting di Kotagede,
Wah terlanjur juga kubuatkan lagi yang baru menyesuaikan dengan keinginan pemesan, tapi dengan catatan nantinya minta ganti ongkos pembuatan.
Memang setelah dicek dalam komputer, nyata aku tak pernah mengerjakan stempel seperti itu.Biarlah yang penting sudah beres urusannya.
Yah memang rumit urusannya, setelah kutanyakan kepada pemesan stempel itupun hanya menjawab bahwa stempel tersebut milik temannya, jadi ia tak tahu duduk perkaranya. Ya sudah akhirnya kunyatakan bahwa stempel sudah jadi dengan syarat hanya mengganti ongkos yang sudah terlanjur kukerjakan. Tak lupa kutanyakan dimana membuatnya saat pertama kali tetap tak tahu menahu......
Yah biarlah akhirnya penulis ini yang jadi sasaran kesalahan segala perkara, tetapi tak apa toh memang tetap lancar semuanya. Hanya saja penulis memang yang jadi tertuduh segala perkara urusan kesalahan stempel yang entah siapa sebenarnya pembuatnya tersebut.
Pokoknya capai dan lelahhhhhhhh seharian....he he he
Kelelahan seperti itu ternyata berpengaruh pada sore harinya, malam minggu tak bisa konsentrasi menulis naskah novel.
Yah karena itulah penulis hanya sebentar menghadapi internet, paling hanya sampai jam setengah sepuluh itupun dengan hawa yang ngantuk banget. Akhirnya kuakhiri dengan tidur lebih awal walaupun paginya tetap agak kesiangan bangunnya, untung journal latihan penulis tetap lancar setiap sesi acaranya. Paling-paling sholat subuh yang tertinggal agak kesiangan hingga merasa kurang afdol.
Tetap saja siangnya kurang begitu mampu menulis naskah novel, rasanya novel yang penulis garap ini agak kurang dalam penguasaan materinya. Baru bab kedua tapi bingung meelanjutkannya.
Ya akhirnya penulis memutuskan berhenti dan kemudian mandi terus keluar jalan-jalan, refreshing. Nah sasarannya adalah Gramedia di jalan Simanjutak menuju UGM.
Penulis coba mencek jenis novel apa saja yang terpajang  di toko Gramedia tersebut. Tak tahu mana yang laku atau tidak maupun yang best seller atau tidak. Hanya yang terpajang di rak toko tersebut yang bisa dicek penulis.
Rasanya cuma iri saja terhadap keberhasilan penulis-penulis yang sudah berhasil membuat karya dan diterbitkan. Naskah penulis ini biarpun sudah mencapai lima enam naskah tetap hanya tersimpan sebagai file di Lap Top milik penulis.
Yang sebal adalah halaman novel yang diterbitkan ternyata semuanya banyak yang lebih dari dua ratus halaman. Sebenarnya itu sama dengan yang ditulis oleh penulis dan tersimpan rapi dalam file komputer. Tapi ternyata saat dikirim penerbit ternyata ada penolakan gara-gara naskah milik penulis terlalu banyak. Jadi gara-gara karena masalah itu salah satu naskah yang terkirim dikembalikan?
Ya inilah problem penulis pemula......BELUM PUNYA NAMA BEKEN.
Jadi sekarang pasrah saja menulis mengikuti alur penerbit, semoga salah satu naskah yang terkirim bisa di ACC nantinya. Amin.
Bosan di Gramedia akhirnya jalan-jalan menuju utara di kampus UGM.
Penulis jalan-jalan melalui satu gang yang akhirnya menuju bundaran dan lembah UGM, itu semua menjadi ruang publik kampus.
Tapi niat penulis mencoba masuk sebuah fakultas yang menjadi salah satu kenangan penulis dimanapun merantau. Ialah fakultas Kehutanan.
Nah akhirnya masuk juga ke dalam area fakultas Kehutanan UGM yang bila dilihat ternyata hanya di depan jalan Kaliurang.
Masuk dan terus menyusuri lorong-lorong fakultas Kehutanan tersebut. Iiiih naluri survey penulis cukup tertantang bila berada dalam naungan pepohonan perindang kampus.
Benar juga, di salah satu sudut ruas jalan fakultas Kehutanan dengan fakultas Pertanian penulis mendapati sebuah penemuan yang sama dengan petualangan saat survey areal hutan di sebuah blok kerja unit HPH di Kalimantan.
Inilah beberapa jenis tegakan meranti yang sama dan sering menjadi buruan survey hutan untuk kayu produksi perusahaan.
Deretan tanaman meranti begitu rapih dalam diameter dari lima puluh cm sampai delapan puluh cm. Oh tentu bila itu di areal hutan akan menjadi kayu produksi yang sangat ideal.
Meranti?
Ini tanaman dari genus dipterocarpus, tanaman yang dalam pohon evolusi adalah tumbuhan tingkat tertinggi. Jadi merupakan jenis tanaman tropis yang unggul dan mencapai puncak perkembangan dalam adaptasi hutan hujan tropis campuran tak seumur.
Yang penulis saksikan adalah jenis meranti merah, itupun entah ini meranti habitat Sumatera atau Kalimantan. Penulis menduga asalanya dari Kalimantan, sebab penulis mendapatinya memiliki banyak persamaan saat survey di areal hutan produksi perusahaan HPH di Gunung Mas Kalimantan Tengah.
Di Jawa mungkin ada jenis yang sama tetapi hanya tinggal yang tumbuh di sebuah pulau kecil yaitu Nusakambangan. Tapi penulis belum pernah menyaksikannya, jadi tetap mengagumi tegakan yang terlihat terawat di kampus UGM ini.
Sebuah tegakan tinggi lurus mencapai ketinggian sekitar tigapuluh meter. Begitu anggun menatapnya, tidak indah karena tegak lurus menjulang tinggi, tidak seperti pohon Beringin yang menginspirasi sebagai pohon penaung atau Trembesi yang menjadi penaung dan elemen keindahan sebuah taman.
Pohon ini tak mungkin menjadi elemen taman, bila ditumbuhkan dan ditanam dalam pekarangan rumah nantinya akan menjadi pemandangan aneh saja.Tinggi dengan dahan dan ranting yang tidak mungkin menjadi tempat memanjat. Hanya cocok ditanam dalam areal luas seperti kampus UGM ini.
Untungnya tanaman yang di kampus UGM ini begitu terawat, tak terlihat ada cacatnya sedikitpun. Rupanya koleksi tegakan ini dipelihara dan menjadi tanggung jawab Puslitbang Perhutani, itu ada salah satu labelnya di batang pohon tertancap paku kecil.
Penulis keliling areal fakultas Kehutanan UGM ini, mungkin bisa menemukan jenis tegakan lain yang menjadi ciri dari Hutan Hutan Tropis Campuran tak Seumur.
Sayang tak ada lagi, semuanya hanya jenis meranti merah (penulis lupa nama latinnya).
Di hutan yang pernah penulis sambangi bisa didapat jenis tegakan yang semuanya memiliki persamaan dengan meranti merah di areal kampus UGM ini.
Resak, Tengkawang, Meranti Putih, Keruing, Merawan, Nyatoh, Bintangur, Bengkirai (meranti batu), Ulin, Geronggang dll. Sayang penulis tak mendapati jenis-jenis tersebut di areal kampus UGM ini. Jenis koleksinya hanya didapati satu jenis saja yaitu Meranti Merah.
Oh ada juga tanaman hutan menjulang  tinggi nantinya, ini berada di depan Boleuvar UGM yatiu Aghatis, nantinya bila sudah meninggi hampir sama dengan meranti merah di dalam fakultas Kehutanan UGM tersebut.
Cukuplah tulisan ini.

Sunday, April 6, 2014

Sumur Miring di kampus ISI

Ini oleh-oleh penulis bila hari minggu, blog penulis ini lebih sering ada waktu luang bila hari tersebut. Soalnya longgar waktunya dan lebih banyak refreshing sifatnya. Kalau setiap hari biasanya penulis bekerja sebagai pengasong koran dan jasa stempel. Waktu bekerja tersebut menyempatkan diri menulis FIKSI walaupun hanya bentuk manual.
Ooooo sudah lima naskah yang  sudah diketik dalam lap top. Sedangkan yang manual satu dan satu lagi baru lima puluh halaman saja, santai mengerjakannya tak pernah diburu waktu.
Sebenarnya penulis ragu dengan kemampuan literasi ini, tapi sudah mencapai lima naskah apa ya harus mundur?????
Dua naskah sudah pernah dicoba kirim ke Agensi naskah, adanya penolakan karena salah format dan kebanyakan halaman. Oh ya tulisan dalam naskah memang masih ideaalisme penulis. Jadi wajar saja ditolak, tentu tak sesuai genre yang diinginkan penerbit.
Sekarang mencoba menulis mengikuti genre yang  ada, sudah  satu yang terkirim dan sekarang sedang  mencoba lagi menyelesaikan naskah dari bab ke bab. Mungkin perkiraan satu naskah selesai sekitar empat bulan.....
Tetap berbeda menulis naskah dengan menulis status di media sosial, menulis naskah selalu diiringi beban dan bersifat bekerja. Jadi terasa berat dan memeras pikiran atau tenaga. Kalau menulis status di media soial seperti Facebook atau Twiter, ya hanya mengikuti selera dan sakepenake dewe He He He.........
Seperti biasa habis sholat subuh, penulis keluyuran berlatih Jurus Pencak Silat dan Asana Yoga, sesi meditasi biasanya diliburkan. Oh banyak sekali rupanya kegiatan penulis ya,
Ya ini adalah  kegiatan  fisik hampir setiap hari, lebih tepat sudah menjadi journal latihan. Dari sinilah kenapa penulis akhirnya mencoba  menambah kegiatan agar kegiatan yang dilakukan sebagian bisa masuk dalam sebuah karya tulis. Biarpun hasilnya malah ngelantur mencoba menjadi novelis hingga sekarang. Ah tidak apa-apa semoga latar belakang latihan asana dan jurus nantinya bisa menjadi tulisan yang mengabadikan penulis sebagai PRAKTISINYA.
Kalau urusan agama penulis ini cetek ilmunya, coba saja dari sejak kecil hingga dewasa ini, kebiasaan ibadah sama dengan yang penulis dapatkan dari pengajian saat masa kecil. Modal sedikit seperti itu tak berani penulis mengklaimnya sebagai tingkatan ULAMA, hanya pengikut sajalah...
Ada sih ritual yang sudah cukup lama penulis lakukan ialah puasa senin kamis, itu sudah berlangsung lebih dari lima tahun dengan berbagai halangannnya, tetapi tetap tidak membuat peningkatan  dalam kelimuan agama. Ya pasrah sudah penulis, cukup sebagai orang biasa......
Eh ngelantur dimana nih,
Kembali kelatihan dan  jogging yang kali ini mengambil rute ke selatan ringroad jalan Parangtritis.
Dari eks kampus STIEKERS berlari pelan menuju selatan, mencapai Ringroad sempat bertemu dengan  sesama Pengasong koran yang melambaikan tangan salut kepada kegiatan penulis.
Terus ke selatan melewati PLN, kantor kecamatan Sewon, sebuah SMP negeri di Bangi hingga akhirnya tepat berada di depan kampus ISI (Institut Seni Indonesia). Itupun masih ke selatan sedikit sekitar empat ratus meter di sebuah pedukuhan Ngirengireng.
Berhenti......
Belok menuju sebuah jalan kecil menuju kampus ISI di tengahnya. Ya kalau yang di depan jalan Parangtritis itu gerbangnya, maka yang penulis lewati ketemu  dengan berbagai fakultas dan  kantor tata usahanya.
Beberapa pohon trembesi begitu besar menyambut penulis masuk kampus, ini jalan kecil dalam kampus yang terhubung dengan jalan kampung hingga tembus di UPT galeri dan UPT Perpustkaan.
Sampai di depan UPT Perpustakaan penulis istirahat mengakhiri sesi jogging.
Dulu pernah beberapa kali penulis masuk dalam gedung fakultas demi fakultas, setiap jenis seni ada fakultasnya. Seni Rupa dengan berbagai jurusannya, Seni pertunjukan dengan berbagai jurusannya, Seni musik dengan berbagai jurusannya, hingga seni media rekam dll.
Penulis iri bila mengingat sekolah hanya sampai SMA saja, tak pernah bisa melanjutkan lagi.
Karena kali ini beristirahat di UPT Perpustakaan jadinya penulis sempat melihat sebuah karya seni yang sekarang disebut sebagai karya Instalasi (he he he jangan tanya penulis apa itu karya instalasi....kutak tahu).
Lokasinya tepat berada di pertigaan jalan kampung yang cukup ramai walaupun tak lebar. Karena letaknya yang dipertigaan jadinya lokasi itu bukan milik kampus, tetapi ini jelas termasuk hasil karya mahasiswa ISI, atau jangan-jangan ini malah sebuah hasil karya untuk tugas akhir seorang mahasiswa seni Rupa ukir.....dulunya. Soalnya sepanjang penulis berada di Yogya, sekitar sepuluh tahun ini sudah ada karya monumental ini.
Sebuah Sumur Miring.
He he he kalau ingat hal miring paling terkenalnya adalah menara Pisa di Italia, mungkin perancangnya mengadopsi dari menara tenar tersebut.
Hanya sebuah sumur yang tentu tidak berair dan cetek saja kedalamannya,memang bukan sumur betulan. Jadi terpajang di sudut  pertigaan sebagai hasil karya seni. Bangunan dari batu bata berbentuk lingkaran sumur yang dimiringkan. Tentu jadi pemandangan  menarik  bagi yang lewat walaupun tetap tak tahu apa gunanya bangunan tersebut dibuat. semaccam leluconkah, he he he serba miring dan sekarang kondisinya sudah berlumut tak terpelihara.
Karena miring tentu konstruksinya jadi berat sebelah, dulu kokoh berdiri tetapi sekarang mulai  rapuh dan masuk kategori hendak roboh. Aduh kayak  kondisi masyarakat kita sekarang ini yang sudah lampu kuning urusan korupsi ya.....
Demikianlah keadaan dari sumur miring ini, karena hendak roboh jadinya harus disangga bambu dua batang besar, tetap juga dua batang bambu tersebut  dihiasi motif seni mungkin garapan mahasiswa ISI.
Sementara di belakang lahan sempit Sumur miring ini berdiri berbagai warung tenda milik warga setempat yang menggantungkan diri dari Mahasiswa yang mengontrak di sekitar lingkungan kampus. Begitu juga sepanjang jalan menuju utara semuanya mencoba mendirikan warung untuk memenuhi kebutuhan warga dan mahasiswa.
Jadi cukup ramai tentunya malam hari di sekitar jalan tak seberapa lebar milik kecamatan Sewon ini, jauh lebih ramai bahkan dari jalan depan kampus yang berada di jalan Parangtritis. Kampungnya kalau nggak salah Prancak Glondong.
Sumur Miring itu semakin renta, tak mampu menyangga beban bangunannya yang dari batu bata, semakin tebal lumutnya dan harus disangga  bambu sekarang. Benar-benar miring semuanya, sudah kalah  jauh dengan sekitarnya yang membangun rumah dan usaha bertingkat walaupun di dalam perkampungan.
Monumen itu masih ada bertahan sekian tahun sejak dari perantauan penulis di Yogyakarta, penulis ingat dengan ibu penulis yang ternyata juga menggeluti dunia seni dan mengajar seni lukis di sebuah sekolah SMA. Dulunya belajar tahun 1960 an di Akademi Seni  Rupa Yogyakarta, kalau tak salah sekarang lebur menjadi cikal bakal kampus ISI ini. Dulu sekolah tersebut berada di Wirobrajan sekarang.
Cukup dulu keluyuran penulis, Sumur Miring dan serba miring jangan lupa wiski Topi Miring bila hendak mabuk.......Monggo Mas.
Pulang ke rumah kontrakan penulis, wuus wuus sampai menyeberang di ringroad selatan. Begitu menginjak di tengah jalur mobil dua arah, penulis kaget bukan main. Tanah yang diinjak penulis tiba-tiba menyengat seperti ada aliran listrik, langsung refleks menghindar mencoba menjauhi lokasi sengatan listrik. Dari jarak semeter baru ketahuan, itu tiang listrik penerangan lampu jalan ringroad. Aduuuuuh kagetnya.....

Sunday, March 30, 2014

Perkembangan situs Beteng Mataram KotaGede

Penulis ini memang hobi keluyuran dan  tak bosan-bosannya mencapai beberapa tempat yang sudah pernah disinggahi.Ini salah satunya, Lokasi Beteng Mataram Kotagede.
Seperti biasa penulis berolah raga menyesuaikan dengan journal mingguan berupa Bela diri Pencak Silat, Yoga dan Jogging.
Hari minggu pagi hari itu ternyata penulis kesiangan, biasanya pas suara Adzan subuh berkumandang sudah bangun dan langsung sholat subuh. He-He He hari itu tak tterlaksana, langsung ngacir pergi menuju tempat latihan di Perwita Regency.
Sempat ke kamar mandi tapi airnya kosong sehingga  tak berani buang air kecil dan  wudhu. Hiks jadilah absen sholat hari itu.
Langsung menuju  ke Perwita Regency dan berlatih pagi hari. Oh masih banyak debu gunung Kelud bertebaran. Lokasi penulis berlatih di depannya adalah  eks Kampus STIEKERS tak ada yang mengurusi lahan luas tersebut. Jadi bekas debu erupsi gunung Kelud massih  cukup  tebal berhamburan di lantai teras ruko Perwita.
Langsung melakukan kuda-kuda bangku dan melakukan pukulan kanan kiri sejumlah tertentu. Setelah itu melakukan jurus dua dan jurus empat. Terus sampai asana dan  peregangan tubuh. setiap sesi hari itu terlaksana walaupun beberapa kali terhenti karena malu bila terlihat oleh orang yang lewat.
Terakhir tinggal jogging menyusuri ringroad selatan menuju timur, perlahan kaki ini diajak kompromi untuk mau melakukan pergerakan yang cukup berat. Menempuh rute dengan perlahan  menyesuaikan nafas agar tidak tersengal. Ah begitu santai lari-lari kecil yang dilakukan.
Sampai di ringroad bertemu dengan teman pengasong yang baru mulai datang untuk berjualan. Kaget melihat penulis berolah raga, tapi kemudian merespon  dengan memberikan jempol tanda salut. Terus penulis menyusuri ringroad di jalur lambatnya, Tamanan, jembatan sungai  Code menuju terminal Giwangan. Terus  ke  timur walaupun hanya perasaan saja. Yang benar ringroad sudah menuju timur.
Sampai di Singasaren depan SPBU belok kiri menuju situs Beteng Mataaram.
Ini jadi tempat favorit penulis untuk membuktikan kepenasaran akan kajian  sejarah.
Oh beteng  itu sudah terbuka, sudah dipugar kanan kirinya. Jadi sudah mudah dimasuki dan  diperlihatkan kepada umum walaupun masih tertutup rumpun bambu dan tumpukan sampah berbagai macam. Ada sanggar kesenian yang didirikan warga, mungkin ini bentuk ajuan  proposal dari dana keistimewaan yogyakarta.
Batu-batu persegi yang dipugar sudah bukan aslinya, material aslinya ditimbun didalam dan sebagian menjadi pondasi beteng. Tempatnya sudah terbuka, beberapa rumpun bambu sudah ditebang dan rumah warga sudah dibatasi tanah lokasi sehingga tidak dirambah begitu saja nantinya.
Yang penting bentuk beteng sudah menjadi gambaran kemegahan  masa lalu kejayaan Mataram jaman Panembahan Senopati. Kotagede didirikan oleh Panembahan Senopati dan ayahnya Ki Ageng Pemanahan karena jasanya menyelamatkan Pajang. Hadiah tanah hutan alas Mentaok didirikan menjadi sebuah cikal bakal Keraton. Ini tahun 1500 an, saat itu kerajaan Pajang berada di sekitar Solo sekarang.
Yang tersisa hanya beteng keliling itupun hanya di sebelah selatan menjadi batas desa Singasaren dan Purbayan. Kemudian situs watu Gilang dan watu gatheng, he he he ini anehnya, jadi dampar kencana terletak ditengah-tengah paseban yang sekarang berada di depan makam raja dari kadipaten Pakualaman.
Sedangkan situs watu damparr kencana dan watu gatheng menempati rumah kecil yang tak boleh dimasuki sembarangan. Watu gatheng ternyata riwayat dari anak Panembahan Senopati yang konon nakalnya minta ampun, jadi akhirnya tak dinobatkan jadi raja pengganti. Sebaliknya yang menjadi raja selanjutnya adalah Sultan Agung yang membesarkan kerajaan dan mencoba menyerang pendudukan Belanda di Batavia.
Sedikit demi sedikit situs ini terbuka dan menjadi areal bekas keraton  yang dulunya menjadi misteri bagi penulis. Ini memang bukan kerja penulis yang cuma jadi penonton. Pasti situs ini menjadi kerja bagi dinas purbakala Yogyakarta. Apalagi kaitannya dengan sejarah Mataram Islam sebagai cikal bakal Daerah Istimewa Yogyakarta.
Status Kotagede adalah enklave dari Kasunanan Surakarta. Masih banyak peninggalan lainnya yang berkaitan dengan kejayaan Kasunanan Surakarta di kota gede ini, pemugaran masjid besar kotagede pun tercatat oleh Pakubuwono X dari Surakarta.
Bekas-bekas keraton hanya berupa bekas beteng keliling dan situs watu gilang. Masjid dan makam raja Mataram itu yang paling terpelihara dan menjadi situs paling penting di kotagede. Situs lainnya adalah pemukiman warga yang menjadi masa kejayaan Kotagede jaman VOC dan Hindia Belanda. Kotagede merupakan kota penting saat jaman kekuasaan belanda tersebut. Rumah kalang kemudian bentuk rumah atap joglo dan berbagai bangunan gaya indische, menjadikan kotagede sebagai kawasan cagar budaya.
Perjanjian Giyanti memecah kerajaan Mataram menjadi dua wilayah hukum berbeda, disinilah banyak terjadi konflik berkaitan dua kerajaan kembar tersebut. Bahkan  terakhir kalinya pecah menjadi empat kerajaan biarpun hanya dua kadipaten yaitu Mankunegaran dan Pakualaman.
Wilayah yang aneh karena berupa enklave sempit-sempit di dalam dua wilayah kekuasaan yang lebih besar tapi memiliki kewenangan sebuah kerajaan atau negara saat itu.

Sunday, February 23, 2014

Journal Latihan Jurus Pencak Silat.

Inilah journal latihan penulis yang berkaitan dengan Bela Diri Pencak Silat.
Sebenarnya latihan bercampur dengan Asana Yoga dan jenis peregangan senam Aerobik serta pemanasan tubuh (warming up). 
Tulisan ini tertunda cukup lama, baru sekarang bisa dilanjutkan (23 februari 2014),
Berbagai hambatan muncul saat berlatih, tapi bila sudah ada journal kita tak akan bingung mengulangi setiap materi latihan. 
Ah apa sih materi latihan yang dilakukan  penulis?
Itu cuma hafalan jurus saja, tak ada tambahan materi atau pengetahuan lagi setelah bertahun-tahun hidup di perantauan Yogya. Mungkin karena salah satu kesalahan dari penulis adalah kurang gaul, banyak orang menuduh demikian  kepada penulis. Sebaliknya latihan inilah pelarian dari berbagai cercaan orang lain supaya tidak stress, ya penulis mengakui journal latihan diadakan supaya kita yang memiliki watak introvert menjadi memiliki sebuah dunia tersendiri, cukup asyik dan tidak merusak sifat asli kita.
Tanggal 14 februari Yogya hujan abu letusan gunung Kelud, dunia gelap gulita dan kualitas udara memburuk. Semua kegiatan diluar ruangan dibatalkan, biarpun begitu penulis sempat berjualan koran di perempatan Druwo Ringroad selatan. Sayang benar-benar tak mampu, benar-benar tak betah melihat keadaan sekelilingnya yang berdebu tebal mengganggu pandangan. Pula jalan sepi, kota Yogyakarta lumpuh...
Dan itu tetap berlanjut sampai hari minggu, penulis batalkan journal latihan karena udara yang berdebu, sungguh itu bukan hari yang ideal. Semua orang berharap hujan turun untuk membersihkan debu yang menempel di  atap rumah-rumah warga.
Tapi biarpun begitu latihan dalam rumah konttrakan tetap mampu dilakukan. Karenanya penulis membagi dua jenis latihan berdasarkan tempat atau lokasi.
Hari minggu,
Ini adalah hari berlatih diluar ruangan dengan materi bela diri yang cukup lengkap.
-Latihan memukul kanan kiri duapuluh kali dalam posisi kuda-kuda bangku, 3x
-Latihan jurus Tendet
-Latihan jurus Loro Tendet
-Latihan berbagai peregangan,
Push up 50kali 2x
Scot jump 60kali 2x
Sit up 25kali 2x
-Asana terdiri dari,
Salabasana
Ular cobra
Danurasana
Unta
melayang
vajrasana
sirsasana
halasana
dll.
-Beberapa peregangan yang merupakan kreatifitas penulis sendiri.
-Jogging terdiri tiga rute,
Eks kampus STIEKERS mencapai Malioboro via Taman Parkiran Abu Bakar Ali.
Eks kampus STIEKERS ke selatan menuju kampus ISI
Eks kampus STIEKERS melingkari Ringroad Selatan menuju Kota Gede di situs Watu Gateng.
Eks Kampus STIEKERS menuju Alun-alun Kidul memutarinya sepuluh kali.
Hari Senin.
Kosong
Hari Selasa.
Dilakukan setelah berjualan koran (Asongan) sekitar pukul sepuluh pagi,
Sebelum istirahat disempatkan melatih dalam ruangan kontrakan yang sempit.
-Latihan pukulan kanan kiri duapuluh kali 3x
-Jurus Loro Jeblak
-Jurus Pat Potong
-Peregangan kaki ke depan, belakang, dan ke samping 4x
-Asana
Sirsasana
Halasana
Unta
Vajrasana
Melayang
dll.
Hari Rabu.
-Latihan pukulan kanan kiri duapuluh kali 3x
-Jurus Potong
-Jurus Giles
-Selanjutnya peregangan dan Asana sama dengan hari Selasa.
Hari Kamis.
Kosong
Hari Jumat.
-Latihan pukulan kanan kiri duapuluh kali 3x
-Jurus Teguh
-Selanjutnya peregangan dan Asana sama dengan hari Selasa
Hari Sabtu.
Kosong.

Latihan minggu ke dua untuk jurus wajib yang belum dilakukan minggu pertama.
Hari Selasa.
-Latihan pukulan kanan kiri duapuluh kali 3x
-Jurus Liwat
-Jurus Colok
-Latihan peregangan dan Asana sama dengan hari Selasa.
Hari Rabu.
-Latihan pukulan kanan kiri duapuluh kali 3x
-Jurus Jujur
-Jurus Giles
-Latihan peregangan dan Asana sama dengan hari Selasa.

Demikian lah journal latihan yang penulis  adakan secara rutin dalam seminggu. Dalam menapakinya tidak selalu lancar terselenggara. Ada saja penghalangnya, bisa berupa pekerjaan, kelelahan, atau peristiwa seperti adanya bencana alam hujan debu, hujan lebat dll. Setiap hari selalu ada penghalang, itulah tantangan yang harus dilalui oleh praktisi Bela diri.
Justru dengan adanya  hambatan kita jadi luwes menghadapi kehidupan dengan arif bijaksana, tentu kita tak akan ngotot bila tiba-tiba datang tamu dalam kamar terus kita berlatih, atau baru datang dari mengasong  ada seorang pemesan jasa stempel minta agar cepat dikerjakan. Semuanya adalah dinamika seorang menapaki  kehidupan di dunia.
Yang paling sering menjadi hambatan dalam berlaatih hingga berhari-hari tidak terselenggara adalah penyakit, Seperti flu, demam panas terkena wabah misalnya  cacar air dll.
Itu semua bisa membuat kita seperti libur dalam waktu lama, biasanya bisa seminggu dua minggu.
Kelemahan penulis misalnya, sekali terkena flu akan berlanjut batuk sampai lebih dua bulan. Nah itu menjadi hambatan sampai beberapa minggu journal apapun kalah oleh penyakit.
Tak ada jalan lain bila penyakit datang, istirahat dan berobat, jalani sebuah teraphy pengobatan ala medis atau kebiasaan yang di dapat selama bertahun-tahun menghadapi penyakit langganan tersebut.
Yoga dan Jurus bukan untuk teraphy pengobatan,
Penulis tak mendapati kedua masalah tersebut sebagai penyembuh penyakit.
Bila tubuh sudah sehat boleh lagi berlatih, ingat jangan kebalik........
Wasalam.

Lanjutan Jurus Pencak Silat.

Sekarang kita mulai masuk Jurus.
Hari minggu berlatih di teras ruko Perwita Regency sepeti biasa pasti menyesuaikan dengan journal yang biasa dilakukan penulis. Journal ini telah berkembang sedemikian rupa dengan penyesuaian pekerjaan. Journal ini nantinya dibeberkan tersendiri sebagai koleksi penulis. Tentu ini adalah journal latihan perubahan dari perubahan latihan yang lalu. tentu tak sama saat dengan penulis masih di hutan. Penulis anggap saat di areal hutan Kalimantan itu adalah journal yang  paling kerasnya berlatih. Berbagai cara dicoba, kemudian penempaan fisik yang luar biasa keras. Waktu berlatih yang panjang dan teknik-teknik yang coba dilatih seperti penemuan bagi penulis. Ibaratnya tubuh penulis yang paling kuatnya adalah saat berlatih di Bumi Kalimantan. Sungguh kenangan yang tak terlupakan.
Catatan ini juga oleh-oleh dari Saat penulis berada di Kalimantan tahun 1995 sampai tahun 2001. Jadi sudah cukup tua, bolehlah ini disebut sebuah pusaka. Biarpun penulis mengakui tulisan tersebut masih mentah dan kata-katanya mungkin janggal.
Ah tidak apa-apa, penulis coba mengembangkan kemahiran hingga sekarang masuk sebuah dunia tulis menulis FIKSI.
Penulis melihat buku tua kenangan tersebut, terkadang malu sendiri, sedikit demi sedikit menulis, berbagai topik begitu mentah pembahasannya. Tak mungkin bisa menjadi sumber literasi yang baik, semuanya hanya menjadi kenangan dan bila  coba menyalinnya dalam sebuah blog ini.
He He He pokoknya kalah jauh dengan anak sekolah sekarang,

Mulai masuk JURUS,
Pembukaan Jurus:
Posisi awal, sama dengan gerakan jurus dasar ke satu.
-Dalam posisi kuda-kuda kanan depan, dua tangan dikepal julurkan ke depan dengan kepalan tangan kanan lebih ke depan dari tangan kiri.
-Gerakan lengan kanan di depan ke samping kanan tubuh. Gunakan tangan kanan yang sudah di samping kanan tubuh untuk menangkis ke kiri sambil badan digerakan mengimbangi tangkisan lengan kanan. setelah menangkis, kaki kanan yang telah digeser ke samping sepakkan ke depan.
-Berdiri dengan kuda-kuda kanan depan seperti gerakan jurus dasar ke satu dan siap melakukan jurus inti.

Jurus yang dilatih penulis terdiri sepuluh jurus wajib. Merupakan ajaran dari sebuah perguruan KBPS ASMA di Purwokerto. Latihan telah berubah-ubah mengikuti selera penulis. Apa lagi di Yogyakarta ini, penulis lebih merasakan santai dari pada saat berlatih di hutan Kalimantan. Lagi-lagi Kalimantan, ya itu kebanggan penulis, biarpun tak ada dunia Persilatan tetapi berlatih di hutan adalah kenangan yang menakjubkan. Karena tak ada yang pernah menandingi baik itu secara pribadi maupun kelompok. Semua orang di sana cuma heran dan bingung dengan dunia yang penulis jalani. Sesuatu yang tidak lazim tetapi tetap masuk logika nalar.
Bila di pikir kenapa penulis memasukan jurus sebagai bagian hidup penulis?
Ah tidak apa-apa, ini kenangan yang tak terlupakan. Bukankah semua orang punya memori manis dalam hidupnya dan kemudian sering mencoba mengabadikan dalam sebuah tulisan, gambar atau benda kesayangan.
Anggaplah ini sebagai benda tak berbentuk materi, sebuah tulisan yang menjadi abadi. Soal akan dihargai atau tidak mungkin seseorang akan mencoba masuk sebuah situs yang sama dengan milik penulis.
Hari minggu merupakan puncak latihan penulis dalam Asana, Jurus, berbagai jenis tempaan fisik dan Jogging.
Tanggal 19 januari 2014, di sebuah teras ruko Perwita Regency, pagi-pagi sehabis sholat subuh. Penulis keluar langsung menuju tempat favorit berlatih.
Biasanya penulis berlatih dua jurus,
Untuk hari minggu adalah jurus dua (Tendet) dan jurus empat (Loro Tendet), kemudian berbagai asana dan tempaan fisik serta diakhiri dengan jogging. Kali ini jogging mencapai rute Kota Gede di situs batu Geteng dan batu Gilang, konon inilah Keraton Panembahan  Senopati pendiri Kerajaan Matarram Islam. Sempat juga mencapai masjid Kota Gede dan  Sendang Selirang, kemudian menysuri lorong-lorong perkampungan kuno di Jagalan.
Kita langsung masuk Jurus sebagai inti tulisan.
1. Jurus Teguh.
-Lakukan pembukaan jurus.
-Pukul dengan tangan kanan, tarik kembali keposisi semula.
-Tangkislah dengan  tangan kanan, sambil menangkis pukulkan tangan kiri ke depan (Hampir serempak).
 -Sepak kaki kiri ke depan. lakukan gerakan diatas dengan bagian tubuh kiri. Pertahankan posisi tangan memukul dan menangkis.
-Pusatkan perhatian di tangan kanan, pelintir pergelangan lengan kanan seolah-olah mencoba melepaskan pegangan lawan yang terkunci.
-Beset dengan tangan kiri lakukan hingga kuda-kuda berubah menjadi kuda-kuda bangku.
-Sikut dengan lengan kanan. Caranya majukan kaki kanan ke depan sembari menyerang dengan sikut kanan. Dalam keadaan menyikut pukulkan tangan kanan ke atas.
-Balikkan tubuh ke belakang hingga kuda-kuda berubah dari kanan menjadi kuda-kuda kiri depan dan tangkis lengan kanan kiri menyilang lengan kanan. Lepaskan pukulan kanan kiri.
-Sepakkan kaki kanan ke samping kanan dan kembali ke posisi siap melakukan jurus.
-Lakukan empat kali dengan posisi empat arah.
2. Jurus Tendet.
-Lakukan pembukaan jurus.
-Pukul dengan tangan ganda (tangan kanan dan kiri memukul bersama dalam keadaan rapat).
-Tarik kembali dan tangkis ganda ke bawah, setelah menangkis bawa kedua tangan ke atas dan tangkis ganda ke atas.
-Lepaskan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kiri ke depan. lakukan hal yang sama dengan di atas dengan tubuh bagian kiri.
-Sepak kaki kanan ke depan. lakukan hal yang sama dengan diatas dengan tubuh bagian kanan.
-Tahan tangan kanan saat pukul kanan kiri. Pelintir pergelangan tangan kanan. Lakukan sikut tanpa merubah kuda-kuda kanan di depan. Selesaikan dengan pukulan ke atas.
-Gerakan tangan kiri ke atas seolah-olah menangkis dan barengi dengan tangan kanan menangkis ke bawah.
-Lemparkan tubuh ke belakang dan langsungg berdiri dengan kaki kiri diangkat (pasangan kaki tunggal).
-Lengan kiri tangkis kebawah dan melangkah ke depan dengan kaki kanan serta langsung pasangan pembukaan jurus.
-Ganti  langkah kanan dengan kaki kiri. Majukan kaki kiri sejajar ddengan kaki kanan. Lengan  kiri menyilang dan menangkis. kaki kanan mundur ke belakang. Lakukan pukulan kanan kiri.
-Lakukan pasangan kuda-kuda rendah pancingan. Pertama ke belakang dilanjutkan ke depan.
-Saat kuda-kuda rendah pancingan menghadap ke depan, putar tubuh ke belakang. Tarik kaki kiri ke belakang dan lepaskan tendangan dengan kaki kanan. Lepaskan pukulan kanan kiri.
-Pasang pembukaan jurus lagi. lakukan pergantian langkah sama seperti gerakan di atas sekali lagi.
-Dalam posisi kuda-kuda kiri depan. lakukan sepak putar. Sepak kaki kanan ke depan, langsung tarik ke belakang memutar tubuh. dalam keadaan masih berputar lepaskan tendangan kaki kiri ke depan. lepaskan pukulan kanan kiri.
-Sepakkan kaki kanan ke depan. Pasang pembukaan jurus.
-Lakukan teknik kelit.
Angkat lengan kiri menangkis ke atas gerakan tangan kanan ke bawah. putar tangan kanan 180* sampai lengan kanan berada di atas. Luncurkan tangan kanan ke bawah menangkis (seolah-olah melepaskan diri dari tangkapan lawan terhadap kaki). Loncat dan lakukan pergantian langkah kaki kanan ke belakang dan kaki kiri ke depan. saat jatuh ke lantai buat pasangan kuda-kuda rendah pancingan.
-Dalam keadaan  kuda-kuda rendah sepak dengan kaki kanan ke depan dan  lepaskan pukulan tangan kanan saat masih menendang.
-Kembali ke pasangan pembukaan jurus, jika ingin meneruskan dalam posisi empat arah, lakukan teknik membalikan badan sama dengan gerakan jurus satu.
3. Jurus Loro Jeblak.
-Lakukan pembukaan jurus.
-Kuda-kuda kanan depan. Lakukan gerakan jurus dasar ke empat sampai selesai. Susul dengan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kiri ke depan. lakukan gerakan jurus dasar ke empat dengan tubuh bagian kiri. Susul dengan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kanan ke samping kanan dan segera pasang pembukaan jurus.
-Gerakan tangan kiri menyabet pasangan jurus lawan, susul dengan sabetan tangan kanan.
- Pasang kuda-kuda rendah pancingan. Pertama kanan depan setelah itu kiri depan. Iringi dengan gerakan tangan menyesuaikan diri.
-Pada saat kuda-kuda rendah pancingan di kiri depan. Sepakkan kaki kanan ke depan dan lakukan pasangan pembukaan jurus.
-Gerakan tangan kiri menyilang dengan kanan seolah-olah menangkis ke atas. Ayunkan tangan kiri menangkis bawah sambil menggeser kaki kiri ke belakang tubuh. Saat tubuh berbalik gerakan tangan kanan menyambar kaki lawan dan tetap menahan posisi kaki lawan.
-Tolak/ Lemparkan kaki lawan sambil menendang kaki kanan ke samping kanan.
-Saat kaki lawan masih di atas menyepak. Gerakan kaki kanan tersebut menyilang kaki kiri dan lakukan duduk sempok (duduk seperti sikap miring vakrasana).
-Setelah beberapa saat duduk sempok gerakan tangan kiri menangkis sambil mengangkat ke dua kaki dan loncat sepak kiri ke samping kiri. Lakukan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kanan ke samping kanan. Pasang pembukaan jurus.
-Lakukan teknik membalikkan tubuh sama dengan jurus ke satu.
4. Jurus Loro Tendet.
-Lakukan Pembukaan jurus.
-Lepaskan pukulan kanan, susul dengan tangkisan  ke kanan tubuh. Gerakan tangan kiri menangkis ke dalam menyusul tangkisan kanan tadi. Letakkan ke dua tangan di sisi kanan tubuh.
-Silangkan lengan kiri dan gerakan menangkis ke sisi tubuh sambil melangkah kaki kiri ke depan. Saat kaki kiri sudadh melangkah sempurna susul dengan kanan menangkis ke dalam. Letakkan ke dua tangan di sisi kiri badan.
-Silang ke dua tangan dan angkat ke atas menangkis pukulan dobel lawan.
-Sepak kaki kanan ke depan. Gerakan ke dua tangan yang masih dalam posisi menangkis tadi menyabet ke depan mengiringi tendangan kanan.
-Pasang pembukaan jurus. Lakukan teknik kelit sama dengan jurus ke dua. Saat meloncat, lepaskan tendangan kiri ke depan. Lepaskan pukulan kanan kiri.
-Jatuhkan tubuh dan gerakan kaki kanan ke depan menyilang kaki kiri menyapu kedudukan kaki lawan. Iringi dengan gerakan tangan hingga tubuh seimbang. Lepaskan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kanan ke depan. Pasang pembukaan jurus. Gerakan lengan kiri menyilang tangan kanan menangkis ke sisi kiri tubuh. Ayunkan lengan kiri yang masih di atas tersebut ke bawah (Menyelundup, mengincar kaki belakang lawan) dan balikan tubuh dengan mengangkat kaki kiri ke belakang hingga kedudukan kuda-kuda menjadi kiri di depan. Gerakan tangan kanan menyusul seolah-olah sudah menangkap kaki lawan, langsung susulkan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kanan ke depan. Pasang pembukaan jurus.
-Gerakan selanjutnya sama dengan jurus ke satu.
5. Jurus Pat Potong.
-Lakukan pembukaan jurus.
-Lakukan gerakan jurus dasar ke lima, susul dengan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kiri ke depan lakukan kembali gerakan jurus dasar ke lima dengan tubuh bagian kiri. Susul dengan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kanan ke samping kanan tubuh. lakukan pasangan pembukaan jurus.
-Gerakan ke dua tangan ke depan seolah-olah memegang pundak lawan. Majukan kaki kiri sejajar dengan kaki kanan.
-Saat ke dua kaki sudah sejajar lakukan bantingan dengan menggerakan kaki kanan seolah-olah menggaet kaki lawan hingga mundur menjadi di belakang.
-Dengan posisi kuda-kuda kiri depan, lakukan sekali lagi teknik bantingan tersebut di atas dengan tubuh bagian kiri.
-Posisi ke dua tangan harap diperhatikan. Ikuti bantingan kaki dengan gerakan tangan seolah-olah menolak tubuh lawan.
-Setelah melakukan bantingan dengan tubuh bagian kiri, jadilah kuda-kuda kanan depan. Segera lakukan pasangan kuda-kuda rendah pancingan menghadap depan dan disusul menghadap ke belakang.
-Lakukan tendangan berputar seperti pada jurus ke dua.
-Sepak kaki kanan ke samping kanan tubuh. Lakukan pasangan pembukaan jurus.
-Gerakan selanjutnya sama dengan jurus ke satu.
6. Jurus Potong.
-Lakukan pembukaan jurus.
-Lepaskan pukulan kanan ke depan.
-Kaki kiri maju ke depan segera lepaskan pukulan kiri ke depan.
-Kaki kanan maju lakukan gerakan menyikut dengan tubuh dan tangan kanan, segera pukul dengan tangan kanan ke atas.
-Saat tangan kanan di atas (seolah-olah tertangkap lawan) lakukan bantingan dengan kaki kanan ke belakang menggaet kaki lawan. Ikutilah gerakan bantingan dengan gerakan tangan menolak tubuh lawan.
-Sepak kaki kanan menyerang ke samping kanan, jatuhkan kaki kanan ke lantai. Saat kaki kanan sudah berada di lantai angkat kaki kiri ke atas. Lakukan pasangan dengan kaki tunggal.
-Ayunkan tangan kiri ke bawah seolah-olah menangkis, letakkan kaki kiri ke lantai dan susul dengan gerakan kanan maju ke depan melakukan pasangan pembukaan jurus.
-Lakukan pergantian langkah sama seperti gerakan di jurus ke dua susul dengan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kanan ke depan. letakkan langsung kaki kanan di lantai. dalam posisi kaki kanan sudah di lantai langsung putar tubuh terpelintir hingga untuk memancing serangan lawan.
-Sepakkan kaki kiri ke depan dengan mengubah kaki kanan bergerak ke belakang mengecoh lawan. Lakukan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kanan ke samping kanan. Lakukan pasangan pembukaan jurus.
-Gerakan selanjutnya sama dengan gerakan jurus ke satu.
7. Jurus Giles.
-Lakukan pembukaan jurus.
-Lakukan gerakan sama dengan jurus dasar ke tujuh.
-Badan mengikuti gerakan tangan ke belakang hingga berputar menghadap ke depan lagi. Akhiri dengan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kiri ke depan. Lakukan gerakan jurus dasar ke tujuh dengan tubuh bagian kiri.
-Majukan kaki kanan ke depan hingga sejajar dengan kaki kiri dan berdiri biasa.
-Lakukan bantingan dengan kaki kanan menggaet kaki lawan ke samping kanan hingga badan menghadap ke samping kiri.
-Sepak kaki kanan ke depan. Jatuhkan sebentar ke lantai dan langsung angkat hingga kuda-kuda pasangan kaki tunggal.
-Gerakan kaki kanan yang diangkat dan kedua tangan melakukan bantingan terhadap lawan hingga posisi berubah dari menghadap ke depan menjadi ke belakang.
-Sepak kaki kanan ke samping tubuh kanan. Lakukan pasangan pembukaan jurus.
-Lakukan teknik kelit seperti pada jurus ke dua, dan langsung lepaskan tendangan kaki kiri ke depan.
-Lepaskan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kanan ke depan. lakukan pasangan pembukaan jurus.
-Gerakan selanjutnya sama dengan gerakan jurus ke satu.
8. Jurus Liwat.
-Lakukan pembukaan jurus.
-Lepaskan pukulan kanan kiri.
-Lakukan gerakan sama dengan gerakan jurus dasar ke delapan.
-Lakukan bantingan dengan kaki kanan menggaet kaki lawan. Badan langsung menghadap ke samping kiri.
-Pasang kuda-kuda rendah pancingan pertama ke belakang dan kedua ke depan.
-Lakukan gerakan sama dengan gerakan jurus dasar ke sembilan.
-Lakukan tendangan putar kanan kiri dengan kaki kiri lebih dahulu. Lepaskan pukulan kanan kiri.
-Lakukan pasangan pembukaan jurus.
-Lakukan teknik kelit dan langsung tendang kaki kiri ke depan. Lepaskan pukulan kanan kiri.
-Sepak kaki kanan ke samping kanan tubuh. Langsung pasang pembukaan jurus.
-Gerakan selanjutnya sama dengan gerakan jurus ke satu.
9. Jurus Colok.
-Lakukan pembukaan jurus. Posisi tangan dengan jari mencolok.
-Lepaskan pukulan dengan jari mencolok ke muka lawan. Pakailah jari telunjuk dan tengah dengan tangan kanan.
-Gerakan tangan kiri menyilang lengan kanan, memancing mengincar mata lawan, menangkis ke samping kiri. Lepaskan sekali lagi pukulan jari mencolok mata lawan dengan tangan kanan.
-Gerakan tangan kiri menyilang lengan kanan tetap mencolok mata lawan dan kaki kiri maju mengiringi gerakan tangan kiri.
-Gerakan kaki kanan maju ke depan dan sikutlah dengan tangan kanan. Pukullah dengan jari tetap mencolok mata lawan.
-Usahakan seluruh gerakan dengan posisi menyerong ke kanan.
-Ayunkan tangan kanan ke bawah dan tangan kiri ke atas.
-Loncat ke belakang dan langsung kuda-kuda bangku (rendah) sambil melepaskan pukulan dengan kedua tangan mencolok mata lawan.
-Geser kaki kanan ke depan diiringi dengan gerakan tangan mengincar mata lawan. Usahakan posisi menyerong ke kanan.
-Lakukan gerakan mengincar mata lawan ini 3x sambil bergeser maju selangkah-langkah. Posisi kuda-kuda kanan tetap di depan.
-Lakukan teknik kelit, tendang dengan kaki kiri ke depan.
-Sepak kaki kanan ke depan dan barengi dengan pukulan jari kanan mencolok mata lawan.
-Lakukan pasangan pembukaan jurus.
-Gerakan selanjutnya sama dengan gerakan jurus ke satu.
10. Jurus Jujur.
-Lakukan pembukaan jurus.
-Dalam posisi berdiri gerakan kaki kanan menggaet kaki lawan dan banting menghadap ke depan. Iringi dengan gerakan tangan mengikuti  bantingan. Teknik ini merupakan serangan posisi kuda-kuda lawan yang melakukan teknik kelit.
-Gerakan kedua tangan ke atas menangkis silang.
-Sepak kaki kanan ke depan, barengi dengan sabetan tangan ke depan. Pasang pembukaan jurus.
-Lakukan teknik kelit seperti pada jurus ke dua. Langsung sepak dengan kaki kiri ke depan.
-Sepak kaki kanan serong ke kanan.
-Sepakkan kaki kiri serong ke kiri, majukan kaki kanan ke depan dan langsung angkat pasangan kaki tunggal.
-Ayunkan tangan kanan ke bawah menangkis, sepak kaki kanan yang terangkat menyerong ke kanan.
-Sepak lagi dengan kaki kiri serong ke kiri.
-Terakhir sepak kaki kanan ke depan dan langsung pasang pembukaan jurus.
-Gerakan selanjutnya sama dengan gerakan jurus ke satu.

Sedikit catatan di tahun 2002 saat masih di Purwokerto,
-Latihan sabetan tangan.
Mirip dengan teknik karate, yang menjadi sasaran adalah batang pohon di sekitar rumah penulis. Latihan ini juga rutin saat masih aktif di sebuah perusahaan eks Tanjung Raya di Kuala Kurun.
-Latihan pukulan dengan sansak, ini pernah dilakukan penulis saat  di hutan Kalimantan. Tidak penuh setahun hanya beberapa bulan. Sansak terbuat dari ban karet dalam mobil.
-Latihan kembangan seperti Shantung, Cimande, Cikalong sudah tak hafal lagi. Penulis dominan hanya berlatih sepuluh jurus wajib disela-sela pekerjaan.
-Kegiatan mingguan berupa jogging dengan berbagai rute:
Beji- Baturraden (lewat Kebumen)
Beji-Kebumen-Purwosari.
Semuanya menjadi sebuah kenangan karena tercatat di sebuah buku.
Tanggal 26 januari 2014 selesai ditulis dalam blog dengan catatan journal latihan tidak terselenggara karena badan kelelahan.
Sebagai gantinya hanya sesi jogging dilakukan dengan rute Eks STIEKERS mencapai Malioboro via taman parkiran Abu Bakar Ali.
Saat berada di nol kilometer sedang ada acara senam aerobik dan dimulainya sistem pedestrian jalan Malioboro.