Saturday, March 28, 2015

Cerpen Pendekar Saru



      PENDEKAR SARU
            HP dalam saku celana berbunyi. Aku terlonjak kaget, bokongku langsung membentur etalase yang sedang dilap agar mengkilat.
            “Aduh…!” Aku berteriak kesakitan.
            Bokongku pas menghantam sudut siku etalase. Kukebas-kebas bokong agar berkurang rasa sakitnya. Uuuh bokong memang bagian tubuh yang fleksibel. Hampir dalam kecelakaan manusia tak pernah terdengar kabar bokongnya terluka parah, pendarahan, atau sobek dll.
Kalau penyakit sih banyak, dari kecil pun Aku sering mengalaminya. Ada bisul, wuih nih penyakit langganan. Bila bisul sudah matang dipijit habis seluruh darah kotor sampai bersih, baru sembuh total. Penyakit lain kurap, wah ini penyakit enaknya bukan main bila ddigaruk, kulit bokong sampai lecet-lecet tambah menghitam…hi hi hi mana ada bokong putih bersih ya?
Kembali ke HP, kubuka ada SMS. Aku langsung curiga karena kiriman sama kartunya denganku. Pasti tujuannya untuk mengurangi pulsa, ah ini sudah sering terjadi. Gelagatnya sudah ketahuan sebuah kebiasaan dari pihak yang selalu merecoki Aku karena menjadi konflik berkepanjangan.
  Hiks..konflik yang membuat diriku sampai sekarang bingung. Kenapa selalu ditujukan padaku?
Yah terkadang Aku berharap akan mendapatkan jodoh karena ini hubungannya dengan seorang cewek yang kusukai. Sumpah memang begitu kok, tapi sayang tampaknya cintaku bertepuk tangan sorak-sorak patah hati.
“Hai syg” Mesranya SMS ini….
Benar-benar dari cewek nih, ingatanku langsung jatuh pada wajah si DIA yang pernah mencuri hatiku.
“Pasti dari anggota keluarga itu, sering sekali mereka melakukannya.” Gumamku tetap penasaran.
“Nakal banget nih anak” Kubalas SMS.
Eh langsung ada balasan dari sana, biasanya SMS ku cuma masuk terkirim.
“Ada ap cwok” Ya resmilah dari cewek, wah berbunga-bunga hatiku. Si DIA nih….
Sambil duduk di bangku plastik jelek, he he he bokongku tetap kiyut-miyut sakit rasanya. Apa lagi mendapat SMS yang bikin kepala berputar-putar karena selalu menduga siapa sebenarnya identitas pengirimnya, selalu tak jelas. Semoga kali ini benar-benar dari si DIA, tapi….yah kukirim SMS,
“Mainnya curang….ngumpet”
Berbagai SMS saling berbalas, satu dua mungkin kena tujuannya,
“Aku tkot ngupul susu sampai k remas kenak sex”
Wuah bingungnya aku dengan isi SMS begini.
“Takut siapa, denganku takut memang kenapa?” Coba terus balas.
“Kalau takut denganku kan bisa dengan yang lain.” Masih kutambah agar pengirimnya paham.
Tetap saja dugaanku jatuh pada salah satu anggota keluarga yang kemungkinan penasaran denganku sampai saat ini. Isi SMS nya menyinggung urusan seks, jauh dari kebiasaan mereka yang sering berisi dakwah agama, dengan mencatut Dai kondang Aagym.
“Takot”
“Ya mlayu” Balasku.
“Aku tkot kerumahmu kenak sex, susuku k remas”
Aku bingung….., ”Cewek kok norak kayak gini?”
Tapi kemudian ada kejelasan.
“Sorry…Xsalah kirim”
Nah baru benar bila kayak ini, langsung kuhaturkan balasan “Ya maturnuwun”
Cukup lama terdiam, kukira berakhir. Berarti cuma salah kirim nih orang. Tapi tak sampai sepuluh menit ada SMS lagi.
“Aku Tkot ngumpul sto, takut hamil na”
“Jadi Aku yang kamu tuduh begitu….wah gak sampailah awak”
Terus kutambahi, “Datang saja ke sini, tak ada yang harus ditakutkan”
“Uh…Aku tkot kw ni”
Ihiks ini larinya kemana sih?
“Ya sudah biar Aku saja yang maklum” Bisa bagaimana lagi Aku….
Berbagai SMS saling berbalas cuma alay bahasanya, Aku sendiri tak paham isinya. Akhirnya,
“Aku mandi lo”
“Ya ya ya???” Saking tidak ngertinya!
Hari makin siang, waktunya istirahat, makan dan mandi biar badan segar. Kutinggalkan kios menuju kamar kos, tadinya maunya sekedar berebah….eh ternyata tertidur nyenyak sekali. Sampai jam dua baru bangun dengan getun karena merasa banyak hilang kesempatan mendapat uang dari berjualan di kios.
Rasanya sudah lupa akan SMS kiriman dari seseorang yang tak beridentitas walaupun dari profilnya sering masuk dan memancing diriku untuk terus berseteru. Ini memang sebuah masalah yang lebih tepat menjadi konflik antar pribadi yang tak terselesaikan. Kalau dari Aku sih lebih suka menyatakan….Memang Tidak Mampu.
Menunggu kios lagi, datang SMS…..
“Bullu dx”
Pengirim SMS dari awal selalu menyebut kata budak dan seks sebagai maksud dan tujuan kepadaku sebagai sebutan, mungkin sindiran atau penghinaan. Cuma harapannya dengan sebutan itu tidak mau terlalu vulgar.
“Oahemmmmm…ketiduran nih” Coba kumulai membalas.
Terus kusambung,
“Memangnya kamu hamil dengan siapa?”
Ada balasan, “Kamu budak suke sex mau remas”
“Main yo.” Ajaknya.
“Main apa?”
Beberapa SMS saling berbalas kurang kena, hanya pengulangan dari SMS di atas. Akhirnya kubalas,
“Ya sudah tak ada yang bisa kuperbuat kalau begitu”
Sedikit penasaran Aku,
“Wah bila demikian berarti dalam anggapan kalian selama ini perbuatanku kalian anggap SARU ya…..”
“YA” Oh jujur sekali jawabannya.
Spontan kujawab, “Terimakasih”
Rupanya pengirim SMS itupun tidak mengira bila sampai menjawab demikian jujurnya. Buktinya langsung tidak ada kiriman SMS lagi seolah itu menjadi polemik di pihak sana.
Bagiku sendiri juga rasanya sudah tidak mengherankan tuduhan itu. Aku telah dianggap macam-macam oleh keluarga ini dari sejak masalah bergulir beberapa tahun yang lalu tanpa menyatakannya di depanku langsung. Tapi kira-kira dugaanku adalah berkaitan dengan etika masyarakat….Aku adalah pelaku tindak SARU atau KURANGAJAR terhadap anggota keluarga ini.
Tentu ini urusan subyektif, saru dan kurangajar.
Pada siapa?
Hiks, tertuju sangat berat kepada semua orang di dunia ini. Karena itulah sebutan yang cocok disematkan untukku adalah *PENDEKAR SARU* jadi sesuai dengan judul cerpennya.
Semuanya sudah jelas, tuduhan itu juga rasanya banyak sesuai dengan keadaan yang kualami selama ini. Saru pada orang tua, pada cewek yang selama ini menjadi semacam persoalan intinya, dan keterlibatan kakak lelakinya dalam menyingkirkan diriku selama ini. Kuduga SMS ini adalah dari kakaknya yang selalu memusuhiku, mengancam …dan berbagai upaya TINDAK KEKERASAN hanya untuk menyingkirkanku.
He He He dasarnya juga Aku telah berhadapan dengan sebuah keluarga yang dipandang masyarakat sebagai keluarga yang cukup terhormat (kaum priyayi orang bilang). Karena itulah Aku adalah kotoran di depan pelupuk matanya.
Terhadap isi SMS ini malah mereka terpancing menjawab sejujurnya inti masalah yang terjadi selama ini. Kelakuanku yang berani menyatakan perasaan terhadap anak perempuan keluarga ini sangat mencoreng harga diri mereka.
Mereka selalu membuat trik jebakan agar bisa mengusir dengan cara halus menghina diriku dari lingkungan tempat tinggal mereka selama. SMS ini termasuk di dalamnya,
“Kenapa mereka menyerangku demikian?” Aku berpikir mengingat-ingat bila ada tindakanku sebulanan ini yang mungkkin menyinggung keluarga ini.
Soalnya sudah beberapa bulan aku menganggap permasalahan sudah selesai dengan cara menghindari benturan antar pribadi dengan siapapun anggota keluarga ini. Seharusnya mereka sudah tahu sikap yang kuperlihatkan ini.
“Apa ada kaitannya dengan status FB ku seminggu yang lalu?”
Ah bisa jadi, nama diriku dalam FB itu mudah sekali dicari karena mereka sudah tahu nama asliku dari dulu. Status FB ku yang terakhir memang menyinggung semacam konflik yang kuhadapi dengan semacam falsafah Tsun Zu tentang sebuah siasat menghadapi MUSUH….
“Bila musuh terlalu kuat mendekatlah, biarkan mereka terus membuat perhitungan dengan dirimu. Dan jangan lupa sesekali cicipilah istri-istrinya.”
Tentu saja kata-kata itu hanya plesetan belaka dari buku seni perang Tsun Zu.
Tapi lumayan status Fb ku ini dikomentari cukup ramai oleh teman-teman Facebook ku. Mungkin inilah kemudian anggota keluarga ini mengajukan masalah dengan berbagai tuduhan  BUDAK SEKS terhadap perilakuku. Dengan demikian mereka punya alasan kuat untuk mempermasalahkannya.
Sampai kios kututup ssore hari tak ada lagi SMS masuk. Kuanggap sudah selesai. Sebenarnya Aku masih penasaran karena rasanya harus membela diri dari segala tuduhan sepihak ini.
Ternyata setelah maghrib datang SMS,
“Lagi ngapain”
“Ayo makan dulu.” Kucoba memberitahu keadaanku.
“Kamu yang neraktir.”
“Boleh aku di warung angkringan nih.”
“Dh makan.”
Cukup yakin ini SMS dari cewek, apalagi berbagai balasan SMS memang feminim sekali kata-katanya. Setelah selesai urusan makan aku kembali ke kamar terus mencoba menyambung SMS agar tetap terhubung.
“Nih aku dh di kamar, tadi di warung sempat ngeliat tabrakan sepeda motor, tapi dari jauh” Kubuka kembali perbicangan.
“Kok nggak nabrak Aku sekalian Ha Ha Ha…..”
Profilnya berubah…apa lagi lanjutannya,
“Kamu mau burung Aku mainkan DX.”
Kasar dan menganddung ancaman kepadaku, perasaanku memang menyatakan demikian. Yah ini sebenarnya SMS statusnya adalah sebuah serangan untukku.
“Ah sayap sedang terkembang bilakah dikau menggapaiku.” Aku menjawab dengan kata-kata bersayap agar berkurang tekanannya.
Masih terus ada kelanjutannya, sifatnya menantang.
“Kamu suke sex nih susuku boleh remas terus main”
Kasar dan norak, meragukan untuk seorang perempuan mengeluarkan kata-kata itu. Aku sendiri merasakan itu sebagai tekanan dan jebakan kalimat. Bila salah menjawab pengirim SMS ini bakalan melakukan tantangan terbuka karena itulah tujuan sebenarnya.
“Wah aku hanya bisa meremas adonan roti biar mengembang sampai empuk seperti bantal.” Kata-kata bersayap terus kulancarkan.
Kuraba-raba orang ini biarpun memakai bahasa alay tapi tak bisa mengembangkan kalimat seefektif jawaban dan pernyataanku. Tujuannnya ke arah sebuah tantangan tindak kekerasan.
Akhirnya Aku bertanya keras dalam sebuah SMS,
“Halo cowok” Terus kubombardir dengan kata-kata lainnya,
“Kamu ganteng sekali”
“Cow Boy Obama pun kalah denganmu” Rasanya identitasnya sudah ketahuan.
Rupanya pengirim SMS merasa ketahuan juga kelakuan penyamarannya tapi masih membantah,
“Ak Cwe”
“Namanya XX ya” Kusebut nama panggilan si DIA.
Terus pengirim SMS menyatakan sebagai profil perempuan,
“Namaku ririn”
Kemudian berlagak dengan membuat berbagai kata-kata manja.
“Rindu….”
“Setengah mati aku tak kenal.” Jawabku tegas.
Akhirnya mungkin pengirim SMS ini kewalahan, membuat pernyataan….
“Kalau beneran Aku Cwek tentu kamu mau kan pacaran dgnku”
Ha Ha Ha ngaku sendiri Dia identitas pribadinya, masa mengirim SMS dengan menyebut…”Andaikan jenis kelaminku perempuan”……, sungguh MUSTAHIL.
Masih kubalas SMS,
“Namanya XX ya”
“XX itu sp”
Ais langsung kubeberkan saja,
“XX itu sudah lama putus denganku”
“Aku ingin XX itu keluar dengan pacar resminya, jadi tidak sembunyi terus”
Pengirim SMS tak menjawab lagi, bagiku ia tak berkutik menjadikan pernyataanku sebagai pembenaran. Ya itu memang INTI masalah hingga bergulir sampai saat ini dalam kebisuan.
Sampai esok harinya kucoba kirim SMS tak ada tanggapan.
Aku berpikir kenapa mereka terus melakukan berbagai trik untuk menjatuhkan diriku?
Beberapa hari ini Aku melihat kedua orang tua keluarga ini memang keluar dan sempat melewati kiosku. Kuanggap itu hal sewajarnya saja karena ada keperluan misalnya mandatangi hajatan di sebuah tempat.
Tak tahunya itu masih sebuah manuver untukku….
Kemudian selang dua hari, Bapak dari keluarga ini datang ke tempat kos tapi ada keperluan dengan tetangga kamarku. Rasanya kuanggap wajar saja,
Tapi menjelang tengah malam setelah kedatangan Bapak keluarga itu, sempat Aku memejamkan mata terdengar bunyi HP berdering, ada SMS lagi,
“Hay”
Nomor itu lagi.
Tapi perasaan dan naluriku menyatakan itu bahaya. Biarpun hanya dugaan, SMS itu mengobarkan rasa permusuhan dan tantangan untuk sebuah tindak kekerasan. Langsung kuhapus sekalian dengan nomornya agar tidak tergoda untuk membalas.
Tidurku cukup nyenyak malam ini, dan pagi hari kuketik menjadi CERPEN.
                                                                                  
                                                                              Yogyakarta, 28 maret 2015
                                                  

Sunday, December 28, 2014

Catatan akhir Tahun 2014

Ah mulai dari kegiatanku saja ya....
Hari minggu setelah sholat subuh, ya keluar rumah menuju teras Ruko Perwita Regency berlatih rutin berbagai ketrampilan. He He He tidak perlu bangga dengan apa yang diperoleh Penulis, semuanya membingungkan karena manfaatnya minus.
Tapi dari latihan sudah dicoba masuk sebagai sebuah karya fiksi, terus dicoba kirim ke penerbit walaupun hasilnya wasalam, masih gagal....Ooo tak perlu putus asa, nanti bisa melalui berbagai media lain semacam Ebook atau yah cukup Blogger saja biar bisa dibaca oleh umum.
Sebenarnya latihan yang penulis lakukan adalah campuran, semuanya selera Penulis dengan semacam kreatifitas yang berlangsung puluhan tahun, jadi berbagai perubahan telah terjadi menyesuaikan dengan waktu kerja dan ibadah (wew kalau yang ini paling amburadul).
Pertama Beladiri PENCAK SILAT,
Intinya pada Jurus, ini hafalan dari sebuah perguruan Pencak Silat KBPS Asma di Purwokerto. Latihan ini terasa tak berkembang, waktu terbatas untuk hafalan saja, soal materinya sangat kurang. Penulis mencoba mencari di google tapi hasilnya kurang maksimal. Mungkin karena banyaknya ajaran yang dirahasiakan sebuah perguruan. Padahal maunya Penulis bisa berbagi materi Jurus dan mengetahui perkembangan dunia ini dalam bentuk diskusi.
Kalau membaca komik dan novel silat, ya rasanya ramai saja. Seorang jagoan selalu menjadi dambaan saat menghadapi musuh membasmi kejahatan dan kemungkaran, atau perebutan kitab ilmu kesaktian maha tinggi...sesuatu yang mengherankan Penulis. Soalnya saat berlatih satu jurus saja nafas sudah megap-megap, dan tidak pernah mendapati rangkaian teknik jurus sempurna diperagakan. Yaaah tingkat Penulis dalam berlatih hanyalah AMATIR dan sekedar HOBI.
Sebagai kenangan Penulis mencoba mengabadikannya dalam sebuah BLOG biar tetap bisa menjadi rujukan di hari tua nanti.
Inti dari materi Pencak Silat yang diperoleh Penulis hanya dalam bidang olah raga, hiburan, hobi, dan penghayat Jurus, serta sedikit dunia asketik.
Kenapa Penulis tetap melatihnya?
Dulu saat Penulis kebingungan karena banyak membuang waktu sehari-hari (Mubazir) nah ini pilihan terakhirnya, tadinya malah berupa Penyiksaan diri terhadap fisik. Sekarang seiring usia latihan lebih luwes dan menjadikan ritual sebuah jenis asketik.
Penulis terbelak sendiri, latihan ini sudah berlangsung intensif dengan berbagai penghalangnya mulai tahun 1997 hingga sekarang. Ini gara-gara saat bekerja sebagai Surveyor di Perusahaan HPH (Hak Pengusahaan Hutan) PT Johanes Arnorld Pissy di Kuala Kurun Gunung Mas Kalimantan Tengah.
Jadi bila tetap berlangsung sekarang itu menjadi sebuah prestasi walaupun tak ada penghargaannya.
Tidak setiap hari berlatih, waktu senggang setiap minggu tiga kali latihan dengan durasi waktu cukup limabelas menit, hari minggu adalah puncaknya bisa mencapai satu jam latihan campuran. Latihan hingga sekarang menjadi semacam rahasia karena jarang terlihat di mata publik.
Itulah yang diperoleh Penulis selama ini.
Kedua yaitu YOGA,
Siapa yang tertarik dengan Yoga?
Sebenarnya banyak pembaca pasti tahu sedikit dunia ini. Soalnya termasuk olah fisik yang populer di masyarakat, juga sudah banyak penghayatnya dan sangat mendunia. Coba cari di media sosial Facebook maupun mesin pencari Google bisa bejibun mendapatinya.
Kalau Penulis berlatih, waduh ternyata semuanya dilakukan sendirian dengan materi dari berbagai bacaan yang mudah diperoleh dari berbagai buku yang beredar. Istilah yang cocok adalah Otodidak, tapi Penulis tidak secara otomatis memperolehnya. Ini adalah salah materi dari ajaran perguruan Pencak Silat yang Penulis bernaung. Jenis latihannya sederhana cukup sepuluh gerakan, tadinya Penulis buta sama sekali apa nama gerakan-gerakan tersebut. Tahunya Yoga dan tambahan-tambahan lainnya dengan wirid Asma Ulhusna hingga resep obat jamu dan manfaatnya.
Penulis baru berlatih insentif saat berada di Hutan sebagai pengsisi waktu saat survey kegiatan Pembinaan TPTI (Tebang PIlih Tanam Industri) di cabang perusahaan Tanjung Raya Kuala Kurun. Materinya justru bertambah karena membeli sebuah buku berjudul "Yoga dan Seks" karangan Yogi Chetanand.
Penulis baru tahu yang dilatih adalah Asana, namanya sangat banyak hingga ribuan bahkan boleh dikata isi dunia ini boleh dijadikan sebagai rujukannya, jadi Asana adalah dunia mini dalam Yoga.
Karena sangat banyaknya nama Asana maka Penulis membatasi hanya yang bisa dilatih saja. Itupun sudah mewakili Penulis mengikrarkan diri sebagai Praktisi Yoga.
Ini yang dilatih Penulis, cukup singkatannya saja,
-ASANA
-MEDITASI
-PRANAYAMA
-MISTIK (sekedar pengetahuan, pilihan menyempit sekitar bidang Yoga saja).
Hasilnya mungkin untuk tubuh Penulis termasuk lentur sekali, berbagai gerakan yang tidak lazim bisa Penulis lakukan. Gerakan-gerakan itu pasti akan menyiksa siapapun yang baru mencoba berlatih atau walaupun Atlet olah raga sekalipun. Saingannya cuma seorang pesenam saja, jadi dalam hal ini Penulis boleh membanggakan diri.
Yoga lebih tepat masuk bidang asketik, ini karena memang berhubungan dengan spiritual. Yah Penulis belum berani menyatakan ahli Spiritual, cukup sebagai PRAKTISI Yoga.
Kalau menjadi YOGI/ YOGINI?
Oh itu bagi mereka yang berlatih dalam sebuah lembaga Yoga hingga bisa mendapat Ijazah dan Gelar, mungkin terikat sumpah dan hidup dalam kewajiban spiritual aliran Yoga hingga menjadi vegetarian dll. Larinya mengarah pada Pencerahan Hidup....oh banyak sekali, Penulis tak perlu menyebutkannya.
Pokoknya saat berlatih orang-orang yang sempat melihat akan sering menyebutnya Jumpalitan, tetapi hingga saat ini Penulis tetap mendapatkan diri berlatih sendirian dan mengasingkan diri dari tatapan mata publik. Memang ini bukan konsumsi publik sih......
Maunya suatu ketika Penulis mengabadikan hasil latihan dalam sebuah Buku, itu hanya cita-cita.....
Terakhir kegiatan adalah JOGGING.
Yah ini yang terlihat paling menonjol di mata orang. Siapapun mudah melihatnya. Penulis bisa berjumpa dengan tetangga, teman atau gerombolan pemuda-pemudi saat jogging. Tapi jarang penulis melihat orang menjalani Jogging dengan rute cukup jauh, apa lagi tertantang mencapai beberapa tempat tujuan. Mungkin Penulis saja yang seorang Edan menjalaninya, biar sajalah....
Jogging ini cukup banyak artikel yang ditulis Penulis.
Inilah kegiatan yang sudah bertahun-tahun dilakukan Penulis, mungkin bila suatu waktu usia semakin renta kegiatan ini menjadi sebuah kenangan manis dalam hidup.
Cukuplah dulu......akhir tahun 2014.

Tuesday, December 23, 2014

BATAS KOTA

Judulnya memang Batas Kota biar samar, inilah isinya....
Ini adalah tempat penulis mencari rejeki setiap hari, membuka usaha stempel kaki lima. Pakainya cuma boks kios permanen ukuran 1,5x1m. Lumayan dengan tempat yang cukup strategis bisa diandalkan untuk bertahan hidup...walaupun sering meringis karena kalah bersaing dengan lapak lainnya.
Ini adalah lahan eks Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kerja Sama. Keren kan namanya...tapi lahan ini terlantar karena terkena musibah gempa bumi 27 mei 2006. Luluh lantak dan segala material dibongkar dijual rongsokan. Tak ada yang terselamatkan sampai saat ini (2014).
Jauh sebelum gempa, sudah terjadi sengketa di dalam yayasan pembina kampus, kedua kubu mengklaim sebagai pihak yang berhak menguasai lahan dan sekolah tinggi tersebut. Setelah gempa perebutan penguasaan kampus reda dengan status tanah tetap sengketa...ini sebagai berita utama yang didengar masyarakat manapun.
Yang bertahan paling awet hanya Pedagang Kaki Lima yang resmi maupun tak resmi.....tepat di depan halaman bekas kampus. Termasuk milik Penulis sebagai mata pencaharian utama.
Lahan terlantar yang tumbuh cuma semak belukar liar, lebih sering untuk membuang sampah sembarangan oleh masyarkat setempat. Bila melihat lokasinya sangat strategis, di jalan Parangtritis km 3,5 tepat di perbatasan kota Yogyakarta maupun pinggiran kabupaten Bantul. Luas lahan mencapai lebih tiga hektar, seolah sebuah ruang terbuka hijau di tengah belantara gedung-gedung komersial yang terus menerus berdiri.
Bayangkan sebuah lahan demikian strategis seolah tanpa pemilik.....
Rupanya keadaan inilah yang dari dahulu diincar oleh beberapa oknum untuk mengangkanginya sebagai pengaruh kekuasaan.
Di penghujung tahun 2014 ini terdapat pergerakan yang mengatasnamakan pembina Yayasan untuk berhak mengatur dan menertibkan lahan terlantar tersebut.
Semuanya pun berubah......
Termasuk kehadiran para pedagang yang menggantungkan hidupnya pada lahan sempit di depan eks kampus ini.
Berita begitu cepat menyebar, lahan eks kampus akan dijadikan lahan parkir untuk bus pariwisata karena adanya larangan parkir di Alun-alun Utara mulai tahun 2015. Bus pariwisata akan dialihkan ke bekas stasiun Ngabean, sedangkan lahan eks kampus STIEKERs menjadi cadangan.
Terjadi pergerakan cepat, pemerataan lahan dengan traktor dan pengerasan dengan mesin stoomp terselenggara sekitar empat lima hari. Walaupun belum permanen beberapa bus pariwisata sudah masuk parkir.
Bus yang masuk hanya bus kosong, seluruh penumpangnya diturunkan di Ngabean untuk menuju obyek wisata Keraton dan Malioboro. Disinyalir program ini diadakan oleh Pemerintah Kota dan Dinas Perhubungan.
Yang terdampak adalah Pedagang Kaki Lima di depan eks kampus. Dengan alasan penataan dan penertiban para PKL tersebut akan diatur kembali dengan pemberian kapling sesuai jatah masing-masing. Penyelenggara yang mengatasnamakan kampung tersebut memberikan kapling dengan pungutan yang cukup besar.
Banyak terjadi kejanggalan dalam pelaksanaan penataan kapling para PKL ini, petugas pungutan uang banyak melakukan ancaman dan pemaksaan.
.................................................................................................,
Berbagai alasan yang dikeluarkannya banyak berbau mencari untung sebesar-besarnya dan secepat-cepatnya. Semuanya samar tak ada penyelenggara resmi atau panitia, semuanya serba gelap, semuanya seperti perjudian dan mencari menang walaupun lemah dalam pendapat.
Demikian yang terjadi saat ini di depan mata Penulis, semua pedagang kaki lima tak berdaya, hanya MANUT pada sosok yang mendadak berkuasa atas nama kampung.
................................................................................................,
Sedikit Penulis mendapat informasi langsung dari Rektor STIEKERs yang menyatakan dirinya sebagai pemenang sengketa lahan dan yayasan, saat ini berlokasi di bekas terminal lawas Umbulharjo.

"Bahwa apa-apa yang terjadi di lahan bekas kampus STIEKERs itu adalah ILEGAL, tanpa sepengetahuan YAYASAN yang resmi."

Itulah pegangan Penulis saat ini walaupun tetap berurusan dengan beberapa sosok penyelenggara penataan para pedagang kaki lima di depan halaman eks kampus.
sekian dulu laporan tak resmi ini,
 He He He menjadi semacam berita tak resmi jadi boleh dibaca boleh juga dicibir, Penulis MANUT saja.
By  By By

Tuesday, December 9, 2014

Putih dan Polos

Seorang pemesan stempel bertanya pada Tukang Stempel,

"Mas pesan stempel warna." Katanya.

"Bisa, warna apa Mas?" Tukang stempel girang, berharap ini rejekinya.

"Putih Mas." Pemesan menjawab usil.

???????!!! (cemberut Tukang stempel) "Ah Masnya ini main-main."

Tapi Tukang stempel juga tak kurang akal,

"Setahu saya semua warna stempel itu cuma satu Mas." Katanya senyum-senyum.

Pemesan ?????!!! (penasaran) "Satu itu warna apa Mas?" Tanyanya.

"POLOS, Ada biru POLOS, hijau POLOS, merah POLOS,......dll." Tukang stempel menjawab jenaka.

Pemesan Stempel ??????!!!!! (Langsung ngacir pergi karena kena diakali)

Sunday, November 23, 2014

Mendem Jogging

Sebuah SMS kulayangkan pada sebuah nomor yang bermasalah selama ini denganku.
"Kalau mau mendem...Jogging aja"
Eeeehhhh ada jawaban berupa dakwah.....
Aagym:
"Sibuk memecahkan masalah tapi tak melibatkan pertolongan Alloh adalah kesombongan, padahal hanya Alloh yg Maha kuasa atas segalanya"

Yah nomor Aagym menjadi langganan berdatangan karena adanya program SMS Tauhid dari Da'i kondang tersebut.
Uuufff isinya teguran karena dalam melakukan sebuah kegiatan Aku tak menghadirkan si DIA yang berkuasa atas segalanya.
Demikianlah hari-hariku....ada orang lain yang selalu memantau tindakan dan kelakuanku, semua karena sebuah masalah yang tak terselesaikan hingga saat ini. HIKS
Tapi harus kusadari semua itu juga karena KENAKALAN diriku selama ini kepada pihak keluarga yang berkonflik. Mereka tetap tak melepaskan diriku dari perkara untuk bertanggung jawab atas perbuatanku, mungkin selamanya.
Sementara Aku sendiri untuk identitas keluarga yang berkonflik tak tahu menahu, hanya mereka itu tetangga sebelah gang.....satupun nama sejatinya nihil.
Biarlah....yang penting Aku tidak melarikan diri.

"Aku lebih takut masalah lain yang sama jenisnya akan mengejarku, lebih baik kuselesaikan hingga tuntas." Ujarku sendiri memacu motivasi bertahan hidup.

Sibuk memecahkan masalah....

Aku jadi sadar pada kalimat ini, benar JOGGING adalah sebuah pelepasan dari masalah hingga mentalku terpacu untuk tetap bertahan. Walaupun pengertiannya dangkal karena SMS Tauhid itu meluas maknanya. Ini tafsiranku sendiri karena berkaitan dengan sebuah kegiatan harian yang kujalankan.
Pagi hari setelah berlatih JURUS dan ASANA di sebuah teras Ruko xxxxx, sesi Jogging adalah akhir dari jadwal mingguan.
Kali ini rutenya ke selatan, menuju kampus ISI (Institut Seni Indonesia)
Dengan tanpa alas kaki Aku menjalani rute tempuh sekitar empat kilo meter, waktu tempuh duapuluh lima menit.

Apa yang diperoleh dari Jogging?

Ini jawaban jujur dariku......"Aku mendapatkan sensasi menyenangkan serupa mabuk, sangat menggairahkan hidup dan menumbuhkan kepercayaan tinggi"
Inilah yang membuatkan terus melangkah, berlari hingga kepala teralir darah segar menyenangkan, membuat ketagihan serupa MORPHIN.

Jadi SMS yang kukirimkan pada sebuah nomor yang bermasalah tersebut bukan kebohongan belaka, walaupun langsung mendapat teguran keras.
Sensasi itu kurasakan cukup lama membuat ringan segala beban mentalku....yah ini alasan buatku untuk terus melatihnya.
Mungkin itulah kenapa saat menghadapi masalah dengan keluarga yang konflik rasanya Aku tetap optimis. Bahkan tetap berani lewat samping rumah dan bersua dengan kepala rumah tangga keluarga tersebut.
Tidak terjadi apa-apa, semua menghindari kekerasan fisik.
Paling-paling kenakalanku yang timbul, SMS saja.....

"Bila ada jalan bolehlah Aku melintas"

Sunday, November 16, 2014

Burung-burung beterbangan di Monumen TNI AU Wojo

Ini kesekian kalinya Penulis menjadi saksi banyaknya burung-burung mencari makanan di lahan tebu dekat areal Monumen TNI AU Wojo. Burung-burung itu adalah kuntul, blekok dan sejenisnya. Mereka memang mendapatkan lahan kebun tebu sekira dua hektar tersebut berlimpah makanan.
Penulis bila terlalu lelah badan tapi harus tetap menjalani journal latihan akhirnya jalan-jalan menuju Monumen TNI AU ini.
Berarti ini kunjungan kedua yang mendapati fenomena adanya gerombolan burung mencari makanan.
Tanaman tebu cukup berumur muda, mungkin baru panen tahun 2015 nanti rupanya banyak menyembunyikan makanan yang digemari kawanan burung tersebut.
Saking penasarannya Penulis mencoba mendekati lahan kebun tebu untuk mendapatkan keadaan burung-burung tersebut dalam rumpun tebu.
Belum mencapai rumpun tebu burung-burung berwarna putih itu sudah mencium gelagat buruk kedatangan Penulis.
Brrrrrr.....Brrrrr!!!!!
Ratusan burung itu mengepakkan sayapnya meninggalkan Penulis yang baru mencoba masuk dalam lahan rumpun tebu.
Gagal dah maksud Penulis untuk mengintip perilaku burung......
BIarlah tinggal Penulis saja menruskan jalan-jalan menyusuri kali Code, berbagai rumpun bambu tumbuh menjadi pelindung gempuran arus sungai yang deras. Hujan deras beberapa hari belum memperlihatkan material lahar di sungai ini seperti tahun 2010 yang lalu. Tapi tetap banyak pengumpul pasir mencoba peruntungannya, mereka membuat pondok sederhana untuk mengumpulkan pasir yang seoalh-olah  tak pernah ada habis-habisnya dari hulu sana.
Satu proyek besar entah hendak dibangun apalagi memanfaatkan jalan strategis Ringroad Selatan di Tamanan. Tapi sebelumnya Penulis cukup senanga karena banyaknya kelompok peternak kambing yang tetap mencoba memanfaatkan sempadan sungai dengan kandang-kandang berjajar rapi.
Begitulah ternyata sepanjang sempadan kali Code banyak ditemui kelompok-kelompok tani yang mencoba berbagai bentuk budidaya hortikultura dan ternak.
Terasa benar sebenarnya bila ditelusuri sepanjang sungai Code ini bak dunia tersendiri, terpinggirkan tapi masih asri.
Ancamannnya adalah proyek besar dan perumahan yang tumbuh menjamur, menyingkirkan sawah, ladang, kolam dan lahan mencari pakan ternak.
Semoga sempadan sungai ini tetap menjadi bagian kecil adanya dunia eksotis yang bissa dinikmati gratis dalam acara jalan-jalan Penulis.

Thursday, September 18, 2014

Maniak Vandalisme

                                                          Maniak Vandalisme


Seorang Tukang Cat mendapat job di sebuah rumah.
"Mana yang harus saya cat Nyonya?" Tukang cat bertanya hormat pada pemilik rumah.
"Oh dinding itu Pak." Istri pemilik rumah menunjuk dinding tembok rumahnya.
"Ah itu kelihatannya baru dicat, masih bagus kok?" Tukang cat bingung berkomentar menilai pekerjaan yang akan dilakukannya.
"Ya memang baru selesai dua hari yang lalu." Istri pemilik rumah memberitahu.
Makin bingung Tukang catnya,
"Lantas apa yang harus saya kerjakan Nyonya?"
Istri pemilik rumah memberitahu,
"Ya itu suamiku memerintahkan permintaan yang tak bisa kusanggupi, makanya aku memanggilmu kemari."
"Oh apa perintah suami Nyonya?"
"Bapak minta seluruh dinding itu ditulisi JELEK!"
Tukang Cat.....
"Pantesan." ?????